Empat Daerah Jadi Fokus Satgas Udara Tangani Kebakran Lahan di Riau

Rabu, 09 September 2026 | 21:05:43 WIB
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris (foto : Pentak Lanud Rsn)

iniriau.com, PEKANBARU – Satuan Tugas (Satgas) Udara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih memusatkan perhatian pada empat wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Keempat daerah tersebut yakni Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak dan sebagian wilayah Kota Dumai.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengatakan pemadaman melalui helikopter water bombing terus diintensifkan di wilayah-wilayah tersebut guna membantu tim darat menekan penyebaran api.

“Empat daerah ini masih menjadi prioritas operasi udara karena titik kebakarannya cukup banyak dan sebagian berada di lokasi yang sulit dijangkau personel darat,” ujarnya saat meninjau kesiapan pilot dan kru helikopter water bombing di Apron Charlie Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (9/9/2026).

Menurut Abdul Haris, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau serta terbatasnya sumber air membuat dukungan pemadaman dari udara sangat diperlukan. Helikopter water bombing menjadi solusi untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan maupun lahan gambut.

Ia menegaskan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD hingga Manggala Agni. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian kebakaran dan mengurangi dampak asap di Riau.

"Kami terus berkolaborasi dengan seluruh tim di lapangan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan masyarakat terbebas dari ancaman kabut asap," katanya.

Selain pemadaman, Satgas Karhutla juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah pendukung. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil setelah hujan berhasil diturunkan di wilayah Kepulauan Meranti.

“Alhamdulillah, OMC yang dilakukan berhasil memicu hujan di Meranti. Semoga dapat membantu memadamkan api sekaligus mendinginkan area yang terdampak,” tutup Abdul Haris.**

 

Tags

Terkini