Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Atasi Tumit Kaki yang Pecah-pecah
Rubrik: style | Sabtu, 6 Oktober 2018
Editor: - | Reporter: -

ilustrasi

Iniriau.com - Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami kondisi kulit telapak kaki dan tumit mengalami pecah-pecah. Hal tersebut terjadi karena keringnya kulit pada bagian kaki.

Sehingga permukaan kulit telapak kaki dan tumit jadi mudah retak akibat tekanan yang terjadi pada kaki, terutama saat kita menapak.

Tak hanya mengganggu penampilan, kulit kaki yang pecah-pecah dapat menimbulkan keluhan perih dan nyeri akibat perlukaan yang terjadi.

Dita Sartika dari ZAP berbagi beberapa cara yang akan membantu Anda mengatasinya dengan beberapa langkah sederhana. Berikut ini di antaranya.

  1. Lembapkan kulit area kaki

Hal pertama yang harus diperhatikan agar kulit kaki tidak pecah-pecah adalah menjaga kelembapannya. Biasakan untuk selalu menggunakan pelembap setelah mandi.

Pilih krim dengan kandungan pelembap tinggi atau mengandung zat dimethicone. Untuk malam hari Anda bisa menggunakan petroleum jelly yang punya daya serap lebih lama.

  1. Jangan menggosok kaki terlalu keras

Karena menggosok kaki terlalu keras saat mandi atau pada keset kaki bisa membuat kulit bisa menjadi iritasi dan kering.

Untuk membersihkan kaki, Anda bisa menggunakan loofah yang digosok secara lembut, agar sel-sel kulit mati bisa terangkat.

Kemudian pilih keset kaki dari bahan yang mudah menyerap air dan lembut seperti katun.

  1. Bersihkan sisa sabun yang menempel di kaki

Baik setelah mandi maupun mencuci pakaian, pastikan area telapak kaki dan tumit Anda terbebas dari sabun yang menempel. Itu karena sabun memiliki kandungan kimia yang keras dan dapat membuat kulit kaki semakin kering.

Apabila sudah menjadi masalah yang cukup serius dan menimbulkan infeksi, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan obat oles dengan kandungan antibiotik.

Berikut ini tanda-tanda kaki pecah-pecah yang sudah terinfeksi, yaitu timbulnya pembengkakan, rasa nyeri dan warna kemerahan di sekitar area tersebut. (irc/viva)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO