Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Warga Binaan Pertamina di Inhil Hasilkan 200 Kilogram Gambas Per Hari
Rubrik: inhil | Sabtu, 6 Oktober 2018
Editor: desy | Reporter:

gambas sayur

Inhil, iniriau.com-Warga Binaan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regian (MOR) I Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Bantalan di Indaragiri Hilir (Inhil) hasilkan 200 kilogram gambas per hari.

Selain di Inhil, warga binaan Pertamina juga ada di Kota Pekanbaru, dan melalui KEM ini secara berkesinambungan warga binaan Pertamina terus meningkatkan taraf ekonomi serta pendapatan mereka.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (5/10) mengatakan, program KEM ini merupakan bantuan perusahaan dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar, sehingga warga binaan bisa mendapatkan penghasilan setiap hari maupun setiap bulan.

"Sebagai bentuk dukungan perusahaan agar masyarakat menuju kemandirian, Pertamina bekerjasama dengan Flipmas Batobo memberi bantuan pembinaan pemanfaatan lahan yang marjinal serta penyediaan peralatan hingga pembibitan untuk pengelolaan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan kepada kelompok binaan," katanya.

Dengan panen gambas dengan penghasilan perharinya 200 kilogram selama 20 kali panen dengan masa jarak panen 40 hari menandakan program yang digalakkan cukup berhasil.
Ia juga menjelaskan agar keberlangsungan program pemberdayaan terus berjalan, Pertamina bersama Flipmas Batobo juga memberikan pembinaan dan bimbingan kepada kelompok binaan dengan berbagai pelatihan pengolahan hasil KEM.

Bahkan hasil dari program pembinaan dengan pelatihan yang berjalan sehingga mampu membimbing kelompok binaan menjadi lebih baik dari bercocok tanam, beternak, hingga teknik memasarkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga.


“Pertamina memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama untuk meningkatkan profit dalam rangka meningkatkan penerimaan negara, sedangkan yang kedua adalah melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan," katanya.

Tanggung jawab sosial tersebut direalisasikan dengan adanya program tersebut.

Rudi menjelaskan peran dan tanggung jawab sosial Pertamina dilaksanakan salah satunya melalui Small Medium Enterprise (SME) dan Social Responsibility (SR) Partnership Program atau lebih dikenal dengan sebutan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Hal ini diatur dalam Permen-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan Pertamina agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina.

Hal tersebut diharapkan akan dapat mendukung kegiatan usaha Pertamina maupun mitra bisnis.

Sedangkan Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Pertamina melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN dan bersifat hibah. (irc/tpc)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO