Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Banyak Sekolah di Pekanbaru Kekurangan Meubeler dan Ruang Kelas Baru
Rubrik: pekanbaru | Jumat, 12 Oktober 2018
Editor: desy | Reporter:

meubiler sekolah

Pekanbaru, iniriau.com-Saat ini banyak sekolah di Pekanbaru yang butuh meubeler dan ruang kelas baru, dan kondisi ini menjadi perhatian khusus wakil rakyat di DPRD Pekanbaru.

Ironisnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Peklanbaru hanya menganggarkan Rp 6,5 miliar untuk runag kelas baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Anggaran sebesar itu dipastikan wakil rakyat sangat minim, mengingat jumlah sekolah yang membutuhkan meubeler dan ruang kelas baru di Pekanbaru banyak.

"Jumlah anggaran ini, kita pastikan tidak mencukupi untuk mengcover kebutuhan infrastruktur sekolah yang masih kurang di kota ini," kata Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel SH MH pada Kamis (11/10/2018) kepada Tribunpekanbaru.com.

Dia mengaku, Komisi IV sudah menggelar hearing dengan Disdik, awal pekan kemarin, terkait infrastruktur sekolah.
Dipaparkan, nilai Rp 6,5 miliar yang dipatok tahun 2019 untuk infrastruktur Disdik, sangat jauh dari harapan.

Apalagi jumlah sekolah ratusan, dengan rincian 3 PAUD, 195 SMP dan ratusan SD yang ada di Kota Pekanbaru.

Makanya, Politisi Golkar ini berjanji, pihaknya akan membicarakan hal tersebut ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD, agar porsi anggaran untuk infrastruktur sekolah bisa dipenuhi dan terprogres setiap tahunnya.

"Ini belum termasuk meubeller seperti kursi, meja yang rusak dan lantai plafon dimakan usia. Kemudian ada juga rehab ringan, hingga rehab berat. Makanya ini harus jadi perhatian khusus lah, demi cita-cita mencerdaskan generasi bangsa," katanya

DPRD juga menyorot adanya beberapa sekolah di Kota Pekanbaru, yang menganut sistem shif.

Maksudnya, karena keterbatasan ruangan, maka pihak sekolah bersangkutan membagi 3 shif gurunya mengajar.

"Ironisnya lagi, ada sekolah yang harus membuat strategi dengan memanfaatkan ruang yang ada, seperti ruang laboratorium dan ruangan lainnya, untuk ruang belajar mengajar. Ini kan sedih kita mendengarnya. Padahal, kota ini ibukota provinsi loh. Makanya dalam rapat Banggar serta kondisi keuangan krisis sekarang, kita akan akomodir skala prioritas. Setelah itu Disdik harus pintar cari sumber-sumber lain," sebutnya.

Sebelumnya, jatah anggaran untuk Disdik Pekanbaru dalam APBD, dipastikan berkurang lagi tahun 2019 nanti.
Dari hasil rapat dengar pendapat (hearing) kemarin, TAPD Pekanbaru menetapkan jatah Disdik di APBD 2019 sebesar Rp 84 miliar.

Jumlah ini berkurang dari anggaran tahun 2018 ini, yakni Rp 94 miliar.

Sebenarnya kebutuhan Disdik sekitar Rp 130-an miliar. (irc/tpc)

 

Artikel Pilihan
GALERI FOTO