Hot Topic
IniRiau / pendidikan
Uji Kompetensi Wartawan Digelar Hotel Ameera.
8 dari 105 Wartawan Belum Kompeten
Minggu, 02 April 2017
Redaksi | Riauterkini.com
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang ditaja PWI Riau dimulai dari pagi hingga malam hari di Hotel Ameera Pekanbaru.

PEKANBARU - Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang ditaja PWI Riau dimulai dari pagi hingga malam hari di Hotel Ameera Pekanbaru. Acara itu dibuka Ketua PWI Pusat Bidang Organisasi, Sasangko Tejo.

Ada 8 dari 105 wartawan yang belum kompeten disampaikan Said Iskandar, Manager UKW saat acara penutupan, namun dia tidak merinci siapa yang tidak lulus tersebut.

Sebelumnya saat pembukaan, Ketua Bidang Organisasi, Sasongko Tejo dalam arahannya menyatakan salut terhadap PWI Riau, karena selama pelaksanaan UKW, PWI Riau memecahkan rekor (paling banyak, red), lebih 100 peserta, sehingga PWI Pusat mengimbangi dengan mengirim tim penguji terbaik, ada yang bergelar doktor, kandidat doktor serta yang berpengalaman.

Penguji diharapkan tidak hanya menguji, tapi bisa memberikan pelajaran tambahan bagi peserta, sedangkan kelulusan, tergantung peserta. “Kalau di Dumai, peserta 40, tapi lima yang belum kompeten,” katanya.

Tujuan utama UKW katanya untuk mengangkat harkat dan martabat profesi wartawan, menarik tegas antara wartawan dan bukan wartawan. “Kalau dulu mengaku wartawan mudah, inilah saatnya UKW diterapkan, begitu juga seperti dokter, notaries dan guru,” sebutnya.

Saat ini katanya tidak hanya wartawan yang distandarisasi, tetapi juga organisasi dan perusahaan pers juga ditata, sehingga sesuai Piagam Palembang 2010, walaupun wartawan sudah lulus UKW, jika perusahaannya belum terverifikasi, kartu dan sertifikat UKW tidak dikeluarkan.

Ketua PWI Provinsi Riau, H. Dheni Kurnia, mengatakan, PWI Provninsi Riau memiliki 700 anggota, 480 status keanggotaan biasa, selebihnya anggota muda dan 160 orang sudah meninggal dunia, kartu yang belum diperpanjang.

Perkembangan pers di Riau menurut Dheni cukup lama, sudah 112 tahun, Raja Ali Kelana, lalu surat kabar Obor, Raja Ali Haji cetak di Singapure.

Sekarang, sudah ada 21 harian, 9 diantaranya ,milik Riaupos Group, 32 mingguan, 30 radio swasta yang tergabung dalam PRSNI, 6 saluran televise lokal, yang sebagian wartawannya bergabung ke IJTI, sebagian besar ke PWI, untuk media online, tercatat di SPS, 120 online, namun data terakhir 300 lebih online, dari 300 itu, 130 wartawannya bergabung di PWI.

Terkait Uji Kompetensi Wartawan angkatan VIII peminat menurut Dheni cukup banyak (105), sudah satu tahun tidak melaksanakan UKW, ada 21 kelas, dengan 105 peserta.**



sumber: riauterkini.com