Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Sumardi Taher Sebut Guru Belum Layak dan Banyak Menung
Full Day Scholl
Rubrik: pendidikan | Selasa, 20 Juni 2017
Editor: red | Reporter: Rima

Sumardi Taher, pengamat pendidikan provinsi Riau

PEKANBARU, RidarNews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menggagas sistem full day school untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta. Alasannya agar anak tidak sendiri ketika orangtua mereka masih bekerja.

Namun menurut Sumardi Taher, salah seorang pengamat pendidikan yang ada di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru, apabila full day school nantinya terlaksana, maka yang harus diperhatikan ialah tenaga pengajarnya atau biasa yang disebut guru.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau ini menjelaskan, guru-guru yang ada saat ini belum memiliki kesiapan moral dan pengetahuan. Terlebih untuk mengajar selama delapan jam dalam satu hari. "Siap gak gurunya? Jangan hanya lihat guru di Ibu Kota saja, Indonesia itu bukan hanya Jakarta loh, hanya beberapa persen guru yang bagus," ujar Sumardi Taher.

Sumardi Taher turut menuturkan, tidak semua guru bisa mengajarkan materi yang banyak selama delapan jam. "Full day school? Guru akan lebih banyak menung karena tidak dapat memberikan semua materi nantinya," tuturnya.

Namun seperti yang kita tahu, kebijakan full day school telah dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu alasannya ialah untuk merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat, dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. (rima)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO