Hot Topic
IniRiau / pariwisata
Kenduri Melayu, Ribuan Warga Padati di Pantai Bahari Tenggayun
Kamis, 19 Oktober 2017
Rudi | Rudi
Foto Gubri Andi Rachman bersama Plt Sekda Bengkalis H. Arianto membuka 'Kenduri Melayu' yang diselenggarakan di Pantai Bahari, Desa Tenggayun Kecamatan Bandar Sri Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (19/10/17).

BENGKALIS, - Ribuan warga memadati 'Kenduri Melayu' yang diselenggarakan di Pantai Bahari, Desa Tenggayun Kecamatan Bandar Sri Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (19/10/17).

Iven tahunan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, itu dibuka Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Kenduri Melayu ini, tidak terlepas peran Hj. Aisyah, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis setiap tahun mengupayakan agar iven tersebut digelar dan menjadi kalender tetap Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis.

Dalam iven ini, akan diisi sanggar seni tempatan, tujuannya untuk membangkitkan sanggar-sanggar seni baru. Dan generasi muda supaya bersama-sama bisa ikut dan merasakan di mana nilai seni dan budaya itu sendiri," kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis Ir. H.T.S. Ilyas melalui Kepala Bidang Kebudayaan Khairani, kepada wartawan beberapa hari lalu.

Selaku tuan rumah, pihak penyelenggaran memprioritaskan sanggar-sanggar di Kecamatan Bandar Sri Laksamana yang saat ini baru berusia tiga tahun.

Sedikitnya ada 6 sanggar seni di kecamatan Bandar Sri Laksamana yang akan menampilkan seni yang bertemakan Islami atau wisata religi.

"Akan ada nyanyi-nyanyian sholawat. Untuk menyambut Bupati Bengkalis dan rombongan nanti ada kompang, tari persembahan, marawis ibu-ibu, tarian khas daerah, selain tarian Islami untuk menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai budaya kita yang selama ini mulai hilang," tambahnya lagi.

Awal dari dilaksanakan Kenduri Melayu pada tahun 2015 silam ini bersamaan dengan hari jadinya Kecamatan Bandar Seri Laksmana, maka adalah iven yang dikenal dengan Kenduri Melayu ini.

Saat jurnalis mengikuti acara ini tahun lalu, suasana adat melayu tersaji dalam kenduri tersebut. Dimana dalam iven (Kenduri Melayu) itu disuguhkan makan bersama layaknya kenduri (pesta) dengan sajian makanan khas melayu. (Rudi)