Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Dua Kali Juara Umum Porprov, Bukti Bengkalis 'Gudang' Atlet di Riau
Rubrik: olahraga | Kamis, 9 November 2017
Editor: Rudi | Reporter: Rudi

Foto bersama Bupati Bengkalis Amril Mukminin dengan atlit saat pelepasan atlet Porprov IX di Balai Sri Mahkota Wisma Daerah beberapa waktu lalu.

BENGKALIS, - Dua kali sudah kontingen Kabupaten Bengkalis keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau, secara berturut-turut. Terakhir pada Porprov IX di Kabupaten Kampar. Hebatnya lagi, belum sekalipun gelar juara umum itu diraih dengan prediket sebagai tuan rumah, Kamis, 9 November 2017.

Keberhasilan ini, tidak terlepas dari kerja keras tak kenal lelah pengurus cabang olahraga dalam membina para atlet.

Semangat pengurus berpadu dengan kemauan keras dan semangat tak kenal menyerah para atlet, demi mengharumkan nama pribadi dan Kabupaten Bengkalis. Semangat baja itu telah mengantarkan Kabupaten berjuluk Negeri Junjungan, menjadi superior dalam pengumpulan medali di dua Porprov terakhir di Bumi Lancang Kuning.

Setelah bertahun-tahun dalam setiap gelaran Porprov selalu dibawah bayang Kota Pekanbaru. Bahkan sempat dibawah Indragiri Hilir pada Porprov VII VII tahun 2011 di Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan. Saat itu, Inhil meraih 51 medali emas 36 perak dan  40 perunggu.

Namun, berlahan tapi pasti, Negeri Junjungan mulai berbenah. Kabupaten Bengkalis mulai menjadi 'gudangnya' atlet berprestasi.

Hasilnya dibuktikan pada pegelaran Porprov ke-VIII tahun 2014 di Kabupaten Indragiri Hulu. Dibawah Komando Herman Ahmad selaku Ketua KONI dan sekaligus Ketua Kontingen, Negeri Junjungan berangkat dengan target juara umum.

Di negeri Nara Singa itu, para duta olahraga Negeri Junjungan berjuang habis-habisan untuk mewujudkan tekad tersebut.

Selain Bengkalis, Inhil yang datang sebagai juara umum pada gelaran Porprov VII dan Kota Pekanbaru yang selama ini menjadi barometer olahraga di Provinsi Riau plus tuan rumah (Inhu) juga punya ambisi yang sama.

Namun, ketika genderang Porprov ditabu, hanya tuan rumah, Kota Pekanbaru dan Bengkalis yang bersaing ketat.

Ibarat lomba Triatlon, dipertengahan lomba tuan rumah Inhu mulai terseok-seok. Sebaliknya Pekanbaru dan Bengkalis bersaing ketat.

Saking ketatnya, untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar juara umum baru diketahui pada pertandingan hari-hari terakhir cabor silat.

Ibarat pertandingan tinju, pertarungan antara Kota Pekanbaru dengan Bengkalis dalam merebut juara umum sampai ronde terakhir.

Sebab, selain kemampuan atlet, masalah non teknis juga sangat dirasakan anak-anak Bengkalis saat itu. Bermacam cara, tuan rumah yang sudah terseok-seok tetap berambisi menjadi juara umum.

Akan tetapi, semua rintangan berhasil diatasi dengan semangat pantang menyerah. Akhirnya Bengkalis keluar sebagai juara umum. Keberhasilan ini, juga tidak terlepas dari kepiawaian seorang Herman Ahmad dalam menyelesaikan persoalan yang muncul.

Kota Rengat, Ibukota Indragiri Hulu menjadi saksi. Tinta emas prestasi Kabupaten Bengkalis ditulis dalam Porprov di kota itu. Ini untuk pertama kali Kabupaten Bengkalis mengunci gelar juara umum dengan 47 medali emas, 34 Perak, 50 Perunggu.

Medali emas Bengkalis hanya terpaut 2 keping dengan Kota Pekanbaru yang meraih 45 emas, 46 Perak, 49 Perunggu dan diposisi ketiga tuan rumah Indragiri Hulu 28 Emas, 25 Perak, 41 Perunggu.

Anak-anak Bengkalis pulang dari Inhu dengan kepala tegak. Kala itu mantan Bupati Herliyan Saleh pun sumringah. Sebab, mereka menjadi juara umum di tanah orang.

Semenjak itu, kiprah Negeri Junjungan dikancah olahraga di Bumi Lancang Kuning semakin diperhitungkan.

Menyandang predikat juara umum, membuat beban Negeri Junjungan semakin berat di Porprov IX  tahun 2017 di Kabupaten Kampar. Menurut Ketua KONI Bengkalis, Syaukani, mempertahankan juara umum lebih berat daripada merebut.

Mengingat beban itu, pengurus cabor dan KONI Bengkalis terus melakukan pembinaan. Tak banyak memang perubahan dalam komposisi atlet yang tampil di Porprov IX/2017.

Tenor tiga tahun Porprov berlalu seperti angin. Terasa, tapi rasanya tak lama. Porprov IX/2017 sudah diambang pintu.

Menghadapi Porprov IX/2017 yang di gelar di Kota Bangkinang, Ibukota Kabupaten Kampar. KONI Bengkalis berulang kali menggelar pertemuan dengan Cabor-cabor yang akan turun di Porprov. Hadirnya Cabor baru diharapkan ikut mewarnai prestasi Negeri Junjungan.

Untuk menghadapi Porprov IX, pada tahun anggaran 2017 KONI Bengkalis mengajukan anggaran hampir sama dengan anggaran Porprov VIII. Namun, berhubung kondisi keuangan, Pemda Bengkalis hanya meluluskan Rp15 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, KONI Kabupaten Bengkalis mulai menetap Porprov IX yang diselenggarakan di Kabupaten Kampar.

Tak tanggung-tanggung, untuk mengamankna juara umum di Porprov IX, KONI Bengkalis mematok 77 medali emas.

Terget ini dibebankan kepada 20 cabang olahraga yang mengikuti Porprov.

Awalnya banyak yang pesimis Bengkalis dapat mempertahankan gelar terhormat tersebut, termasuk Ketua KONI Bengkalis, Syaukani. Alasan Syaukani, minimnya anggaran jika dibanding Porprov VIII Inhu sebesar Rp25 miliar.

Masalah klasik (kecilnya anggaran) ini dikemukakan Syaukani dalam wawancara dengan beberapa bulan sebelum Porprov digelar.

"Anggaran tahun ini hanya Rp15 miliar, jauh dari apa yang kita ajukan. Saya sudah mewanti-wanti Bupati, dengan anggaran segitu jangan berharap bisa mempertahankan juara umum. Sebab, mempertahankan lebih berat daripada merebut," ungkap Syaukani saat itu.

Kendati demikian, para pengurus Cabor terus mengasah kemampuan para atletnya. Mereka tak ingin disebut sebagai pecundang di tanah orang.

Minimnya anggaran berimbas pada persiapan atlet. Mereka tidak mampu menggelar ujicoba. Pengurus hanya bisa menggelar latihan rutin, pemusatan latihan berjalan dan sepuluh hari sebelum Porprov dilaksanakan pemusatan latihan penuh. Hanya itu.  Jam terbang hanya didapat di kejuaraan daerah jauh sebelum Porprov digelar. Hasil Kejurda itu pula yang menjadi tolak ukur pengurus Cabor mematok target medali kepada KONI.

Dalam segala keterbatasan, anak-anak Negeri Junjungan tak pernah patah semangat. Bagi mereka, harga diri dan martabat daerah menjadi harga mati.

Apalagi, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam kata sambutannya saat pelepasan kontingen Bengkalis mengingatkan para atlet agar berjuang dengan teknik dan taktik.

"Kami sangat gembira, jika ketika kami menyambut kepulangan saudara dengan mempersembahkan juara umum," kata Amril Mukminin saat pelepasan atlet Porprov IX di Balai Sri Mahkota Wisma Daerah beberapa waktu lalu.

Keinginan Amril Mukminin diwujudkan para duta Negeri Junjungan pada Porprov IX Riau 2017 Kampar yang berlangsung dari tanggal 12 Oktober sampai 8 November. Para atlet Bengkalis tampil luar biasa. Selain memecahkan rekor di beberapa cabor, mereka juga melampui target yang dicanangkan KONI.

Pada Porprov IX/2017, Kontingen Bengkalis meraup 86 medali emas, 58 Perak dan 79 perunggu. Bengkalis berhasil mengandaskan ambisi tuan rumah Kabupaten Kampar dengan perolehan 70 medali emas, 58 perak dan 63 perunggu. Ditempat ketiga Kota Pekanbaru 47 medali emas 57 perak dan  65 perunggu.

Prestasi ini membuat anak-anak Bengkalis pulang dengan kepala tegak. Mereka adalah pahlawan. Para atlet dan pelatih yang sudah bermandi keringat pantas mendapat apa yang menjadi haknya, yakni bonus. Selamat buat Kontingen Bengkalis. Jayalah Olahraga Jayalah Bengkalis.

Perolehan medali Emas Perak Perunggu Kabupaten/Kota pada Porprov IX
1. Bengkalis 86 58 79
2. Kampar 70 58 63
3. Pekanbaru 47 57 65
4. Siak 36 48 42
5. Indragiri Hulu 20 15 28
6. Pelalawan 16 14 25
7. Indragiri Hilir 15 19 44
8. Dumai 14 17 24
9. Kep Meranti 8 5 12
10. Kuansing 6 13 35
11. Rohul 5 12 21
12. Rohil 3 7 12
(Rudi)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO


Warning: mysql_fetch_array() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/iniriauc/public_html/berita/index.php on line 216