Hot Topic
IniRiau / wanita
Puisi Sukmawati Berpotensi Memecah Belah NKRI
Selasa, 3 April 2018
Yasir | RMOL


JAKARATA - Perbedaan tidak boleh dijadikan sebagai alat untuk menyudutkan sesama anak bangsa. Pernyataan atau apapun yang berbau SARA berpotensi memecah belah keutuhan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Jakarta, Senin (2/4). Hal itu disampaikan Fadli menanggapi puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul "Ibu Indonesia". Puisi jadi sorotan lantaran menyudutkan syariat Islam, cadar dan adzan.

"Apalagi yang sensitif seperti persoalan agama, suku dan sebagainya. Itu kan sangat sensitif," tegas Fadli.

Fadli mencontohkan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jakarta. Akibat ulah Ahok menista agama, jutaan orang turun ke jalan.

"Kita sudah lihat akibatnya seperti di dalam kasus Pilkada Jakarta. Itu kan bagaimana reaksi dari umat Islam," tegasnya.

Ditegaskan Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, sebaiknya hal yang berpotensi memecah-belah bangsa dihindari. Terlebih para pendiri bangsa sudah sepakat dengan Pancasila yang mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana sila pertama.

"Mengangkat yang seperti itu kan akan menimbulkan satu kegaduhan baru. Apalagi menyangkut syariat Islam. Ini membuka suatu wacana baru atau apa. Kan umat Islam di Indonesia sendiri sudah jelas setuju. Tokoh-tokoh Umat Islam yang dulu Panitia Sembilan yang ikut merumuskan Pancasila itu sudah setuju," urai Fadli.

Bahkan, lanjut Fadli, Bung Karno sendiri mengatakan bahwa Dekrit Presiden 5 Juli 59 itu termasuk adalah penjelmaan yang di dalamnya ada Piagam Jakarta. Diketahui, sila pertama dalam piagam Jakarta berbunyi 'Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya'.

"Piagam Jakarta itu adalah bagian dari konstitusi kita. Saya kira itu adalah bagian dari sejarah yang seperti kita pahami sekarang. Jadi jangan diungkit-ungkit persoalan lama yang sudah selesai. Nanti menimbulkan kegaduhan baru," tukas Fadli Zon.

Penggalan awal puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati memancing kecaman. Sukmawati membacakan puisi yang ditulisnya tersebut dalam pergelaran Indonesian Fashion Week, dalam segmen Sekarayu Sriwedari menyambut 29 tahun karya Anne Avantie. Sejumlah tokoh wanita Indonesia hadir dalam kegiatan itu, seperti Titiek Puspa, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, juga Ibu Shinta Abdurrahman Wahid.

Sumber:RMOL