Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Lapas di Riau Tidak Punya Kamar Mewah
Rubrik: hukum | Rabu, 8 Agustus 2018
Editor: Desy | Reporter: Desy

Kepala Kantor Wilayah Kemenkuhm HAM Riau, M Diah SH MH berdialog dengan warga binaan di Lapas Klas IIB Pasir Pangaraian, Selasa (7/8/2018). (spiritriau.com)

Pasir Pangaraian - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) dan HAM Provinsi Riau, Muhamad Diah SH MH memastikan tidak ada narapidana (napi) prioritas di lembaga permasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Provinsi Riau. Apalagi lapas atau rutan yang memiliki kamar dengan fasilitas mewah.

Hal itu dikatakan Kakanwil saat melakukan monitoring ke Lapas Klas IIB Pasir Pangaraian, Selasa (7/8/2018). Monitoring Kakanwil didampingi Kepala Lapas Klas IIB Pasir Pangaraian, M Lukman dan jajaran pegawai Lapas.

Ditegaskan Kakanwil, kejadian di Lapas Sukamiskin Jawa Barat tidak bisa disamakan dengan lapas di daerah lainnya. Pasca kejadian Sukamiskin, dirinya sudah turun dan memastikan tidak ada satupun lapas atau rutan di Riau yang memiliki fasilitas kamar mewah.

"Sampai sekarang saya tidak menemukan ada lapas di Riau yang terdapat kamar mewah atau napi yang diprioritaskan petugas. Semua sama," kata Kakanwil, seperti dilansir dari mediacenter.riau.go.id.

Pada kunjungan tersebut, Kakanwil juga meninjau kamar tahanan kasus tipikor untuk memastikan tidak adanya fasilitas mewah di kamar tahanan.

Kakanwil mengatakan, kondisi rutan di Povinsi Riau sangat memprihatinkan. Dari 13 lapas dan 3 cabang rutan di Provinsi Riau, kondisinya mengalami over kapasitas. Salah satunya Lapas Klas IIB Pasir Pengaraian. Dari 176 kapasitas hunian di lapas ini, Lapas Klas IIB Pasir Pangaraian mengalami over kapasitas hingga 450 persen. Dimana jumlah warga binaan dan tahanan di lapas ini mencapai 813 orang dimana didominasi warga binaan kasus narkotika.

Kakanwil menyatakan, inilah gambaran lapas di Riau sesungguhnya. Jangankan kamar mewah, kondisi lapas di Riau saat ini mengalami kondisi over kapasitas bahkan untuk narapidana korupsi.

Dalam tinjauan tersebut, Kakanwil juga menyempatkan diri menemui para warga binaan yang sedang membuat kerajinan tangan. Dirinya juga berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan para warga binaan. (*/)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO