Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Menginginkan tubuh langsing, Tak Harus "Musuhi" Nasi
Rubrik: sehat | Kamis, 9 Agustus 2018
Editor: | Reporter:

ilutrasi

Iniriau.com, Jakarta- Mau menurunkan berat badan dan tampil lebih langsing bukan berarti Anda harus menjadikan nasi sebagai musuh. Tak perlu juga menyingkirkan nasi dari menu harian. Sebab pada dasarnya tubuh tetap butuh asupan karbohidrat.

Demikian disampaikan oleh ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. Dosen di Politeknik Kesehatan Negeri Jakarta II tersebut mengungkapkan bahwa nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi utama.

Selain nasi, sumber karbohidrat lain yang juga bisa dijadikan pilihan yakni sereal, ketan, roti, dan pasta. Namun bagi mereka yang berdiet khusus untuk menurunkan berat, pilihan-pilihan tersebut pun kadang 'disingkirkan'.

Menanggapi hal ini, Rita menjelaskan bahwa pola makan sehat dan seimbang pada dasarnya mengharuskan seseorang untuk mengonsumsi aneka ragam makanan. Tiga kelompok yang termasuk di dalamnya yakni karbohidrat, kelompok sayur dan buah, serta protein hewani atau protein nabati.

"Sesuai aturan gizi, untuk bisa hidup sehat seseorang harus mengonsumsi aneka ragam makanan, karena tidak ada satupun makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap," tutur Rita kepada detikHealth.

"Dan proses pemasakan pada jenis karbohidrat tertentu seperti nasi akan meningkatkan indeks glikemik. Misalnya saat nasi berada lebih lama di magic jar, maka indeks glikemiknya bisa naik. Jadi bergantung cara pengolahan juga," imbuh Rita.

Sengaja memangkas asupan karbohidrat juga justru menimbulkan masalah baru bagi kesehatan. Salah satunya adalah menjadi lebih sulit konsentrasi, mood swing dan lemas. Seperti disampaikan oleh ahli gizi Leona Victoria Djajadi, BSc, MND, bahwa manusia setiap harinya membutuhkan karbohidrat untuk kinerja otak dan otot.

Jika asupannya dikurangi, apalagi secara drastis, maka keluhannya bisa berupa sakit kepala, bahkan bisa pingsan. Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya Anda memilih karbohidrat dengan indeks glikemik (IG) rendah. "Porsinya juga dibatasi sebanyak 1 mangkuk kecil per makan, tiga kali sehari," pesan Victoria.

Beberapa jenis asupan dengan IG rendah di antaranya oatmeal, jagung rebus, susu skim, pear, apel dan kacang tanah. Jangan lupakan juga nasi merah yang merupakan karbohidrat kompleks dan mengolah gula dengan lambat. Hal ini menjaga kadar gula dalam darah tubuh sehingga tak cepat merasa lapar. Kandungan serat yang tinggi dan kehadiran vitamin B kompleks juga berkontribusi untuk mengontrol metabolisme. (DetikHealt)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO