Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Warga Jl.Pangeran Hidayat Pekanbaru Ditangkap Bawa Sabu Senilai Rp.1,5 Miliar
Rubrik: hukum | Kamis, 9 Agustus 2018
Editor: | Reporter:

ilustrasi

Iniriau.com, Pekanbaru - Personel Polsek Rumbai Pesisir menangkap bandar narkoba asal Palembang MS alias Rozi (27) di Jalan pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru, Riau. Polisi menyita sabu seberat 1,2 kilogram atau senilai Rp 1,5 miliar.

"Narkoba jenis sabu itu dibawa tersangka dari Palembang untuk diedarkan di Pekanbaru," kata Kapolsek Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Kompol Ardina Effendi, Kamis (9/8).

Dia mengatakan, Rozi ditangkap setelah polisi berhasil menangkap dua orang pengedar narkoba masing-masing berinisial FN (27) dan AZ (29), akhir pekan kemarin. Pelaku FN merupakan seorang satpam.

"Dari pengakuan kedua tersangka, mereka mendapat sabu dari Rozi. Informasi itu lalu didalami, petugas langsung mencari keberadaannya," kata dia.

Nama Rozi sendiri dalam beberapa waktu terakhir terus muncul ketika jajaran Polsek Rumbai Pesisir menangkap beberapa tersangka baik pengedar maupun pengguna narkoba lainnya.

"Dari beberapa keterangan para pengedar, mereka selalu menyebutkan nama Rozi," ujarnya.

Atas informasi itu, polisi langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pengintaian dan memata-matai pergerakan tersangka Rozi tersebut. Dibutuhkan waktu sedikitnya satu pekan sebelum polisi berhasil mengumpulkan data Rozi, si bandar narkoba itu.

"Berkat kerja keras anggota kita, Alhamdulillah Rozi berhasil diringkus di rumahnya. Sementara barang bukti sabu itu ditemukan di dalam jok motor," jelasnya.

Ardina mengatakan penyelidikan, petugas berhasil memetakan jaringan baru yang melibatkan Rozi dan dua kaki tangannya tersebut. Jika dalam beberapa kali pengungkapan kasus narkoba jaringannya selalu melalui pesisir Riau, kali ini dia mengatakan jaringan itu justru berasal dari Palembang dan kemudian menuju Pekanbaru.

Ardina mengaku telah mengantongi identitas atasan Rozi dalam berbisnis narkoba tersebut. Saat ini masih terus dalam pengembangan dan penyelidikan. (Merdeka.com)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO