Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Kisah Sukses Perjalanan Hidup Sandiaga Uno. Dari Remah-remah Sampai Menjadi Triliunan Rupiah (Eps.2)
Rubrik: kolom | Sabtu, 11 Agustus 2018
Editor: | Reporter:

Sandiaga Uno

Namanya memang santer diberitakan sejak pencalonannya menjadi wakil gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan. Sosoknya yang kalem dan dipandang sebagai cowok berwajah rupawan dan sukses semakin menaikkan popularitas Sandiaga Uno.

Tanpa membahas lebih banyak soal kiprah kampanye politiknya, Hipwee Sukses justru ingin membahas perjalanan kesuksesan cowok yang satu ini. Ternyata ada banyak kisah menarik di balik sosok Sandiaga Salahuddin Uno lho. Selain berkecimpung di dunia politik, sosok ini telah lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha.

Kerajaan bisnisnya sudah dibangun sejak ia selesai menyenyam pendidikan kuliah. Tak heran, majalah Forbes sempat mencantumkan namanya menjadi salah satu dari deretan orang terkaya di Indonesia. Kesuksesannya membangun usaha tak serta merta didapat begitu saja. Ada banyak jatuh bangun yang harus dihadapi. Meski tak mudah, dari situlah semuanya menjadi titik balik seorang Sandiaga Uno untuk mengembangkan usahanya menjadi seperti sekarang.

Setelah lulus dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University –Amerika Serikat- Sandi mengawali karirnya sebagai karyawan Bank Summa pada tahun 1990. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat dan berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00. Luar biasa!

Dengan predikat terbaik yang diperoleh saat lulus kuliah, Sandi dengan sangat mudah mendapatkan pekerjaan. Ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group. Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan US$ 8.000 per bulan. Bisa dibayangkan betapa besar gajinya pada saat itu. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Sandi pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya tersebut. Ia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran.

Menjadi pengusaha bukanlah impian yang sejak dulu ada dalam benak Sandi. Seperti kebanyakan orang, kerja kantoran adalah yang dicita-citakannya. Namun, setelah menjadi pengangguran karena perusahaan tempat bekerjanya tutup akibat bangkrut, pandangannya berubah. Ia kemudian berbalik arah dan memutuskan untuk membangun sebuah bisnis.

Pada tahun 1997 Sandiaga Uno bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani, mendirikan perusahaan penasihat keuangan bernama PT Recapital Advisors. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya yang merupakan pendiri PT ASTRA International. Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya -putra William- mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.

Berbekal networking yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan baik di dalam dan luar negeri, perusahaan yang dibangunnya sukses besar. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali, antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics. [hipwee.com]

Artikel Pilihan
GALERI FOTO