Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Tidak Dapat Nasi, Suami Gantung Diri
Rubrik: kolom | Minggu, 19 Agustus 2018
Editor: - | Reporter: -

ilustrasi

Iniriau.com, KOTAWARINGIN TIMUR - MF, 27, warga Baamang, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, gantung diri menggunakan kabel parabola yang ada di dapur rumahnya. Alasannya sepele, hanya gara-gara nasi.

Ketika itu, MF meminta istrinya, SS (24) menyediakan nasi. Karena sedang menyusui anaknya yang berusia sekitar satu tahun, permintaan itu ditolak. MF marah. Cekcok mulut pun terjadi pada Jumat (17/8) sekitar pukul 12.00 WIB itu. Lalu, SS memilih keluar rumahnya Gang Katril, Jalan Baamang Hulu I dengan menggendong anaknya.

“Kami ada cekcok saat itu, dia mau minta disediakan makanan saat itu saya menyusui anak,” ucap SS ketika berada di Mapolsek Baamang.

Dia tak menyangka dengan apa yang dilakukan suaminya. Ketika kembali ke rumah sejam kemudian, melihat suaminya sudah dalam keadaan tergantung dengan sebuah kabel warna hitam.

SS langsung mengubungi mertuanya yang ada di Desa Batuah. Ketika datang, hujan tangis tak kuasa terbendung.

Kapolsek Baamang AKP Agoes Trigonggo mengatakan, cekcok mulut sering terjadi antara pasutri tersebut. Bahkan MF selalu mengancam ingin bunuh diri. MF sendiri bekerja sebagai sopir pikap.

“Keluarganya bilang, MF sudah sering ingin melakukan percobaan bunuh diri,”ungkapnya.(IRC/jpnn)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO