Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Jokowi Ganti Nama Bandara Peninggalan SBY. Demokrat Pasrah
Rubrik: nasional | Kamis, 13 September 2018
Editor: - | Reporter: -

Bandar Udara Internasional Lombok adalah salah satu peninggalan masa pemerintahan SBY yang diganti Jokowi

Iniriau.com - Keputusan pemerintah untuk mengubah nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuai pro dan kontra. Sebab kabarnya, seiring keputusan itu, prasasti peninggalan Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal dihapus.

Mendengar kabar itu, Ketum Demokrat tersebut pasrah. Menurut dia, memang sudah sewajarnya sejarah manusia dihapus oleh manusia lainnya.

"Saya berpendapat prasasti dan jejak sejarah seseorang dapat dihapus oleh manusia yang lain, kapan saja dan dimana saja. Namun, saya sangat yakin, catatan Allah SWT tidak akan pernah bisa dihapus," kata SBY.

Di tengah ramainya polemik Bandara Lombok, rupanya sebelumnya juga sudah ada perubahan nama Bandara yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi. Yakni Bandara Silangit di Tapanuli Utara.

Bandara tersebut diresmikan oleh SBY pada tahun 2005. Kemudian pada November 2017, Presiden Jokowi meresmikan terminal Bandara Silangit. Jokowi juga minta landasan pacu diperbesar jadi 3000 meter, sebelumnya 2.650 meter.

Selanjutnya, pada 8 September 2018 lalu, pemerintah juga memutuskan untuk mengubah nama Bandara Silangit menjadi Sisimangaraja XII. Perubahan ini dilakukan Kemenhub atas persetujuan Presiden Jokowi dan bupati beserta DPRD setempat. Perubahan itu ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 Tahun 2018.

SBY resmikan Bandara Silangit twitter


Perubahan nama itu pun membuat Wasekjen Demokrat Jansen Sitindoan bereaksi. Dia khawatir, prasasti tanda tangan SBY di bandara tersebut juga akan dihilangkan.

"Karena niatan mau menghilangkan prasasti di bandara Lombok maka ini foto bandara Silangit di kampung kami orang Batak yang diresmikan Pak SBY pada Maret 2005! SBY yang membangun dan membuka, Jokowi yang mengembangkan. Itulah kesinambungan. Saya belum cek prasasti ini masih ada atau tidak," tulis Jansen lewat akun Twitter-nya, @jansen_jsp, Rabu (12/9).

Dalam cuitannya, Jansen mengunggah foto SBY meresmikan Bandara Silangit. Di situ juga tampak warga membentangkan spanduk besar, berterima kasih atas pembangunan yang dilakukan oleh SBY.

Bandara Silangit mulai dibangun sejak masa penjajahan Jepang. Pada tahun 1995 ada penambahan luas landasan pacu dari 900 meter menjadi 1.400 meter. Selanjutnya tahun 2005, SBY meresmikan pengoperasian bandara tersebut.

Pada tanggal 18 Januari 2011, Bandara Silangit didatangi oleh Presiden SBY beserta rombongan yang menggunakan pesawat Boeing 737-500. Dengan kedatangan Presiden tersebut, dinyatakanlah bahwa Bandara Silangit telah sanggup melayani pesawat sekelas A320, A320neo, A330, & B737 Next Generation, & MAX. (IRC/merdeka)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO