Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 2018 di bawah Prediksi
Rubrik: nasional | Jumat, 14 September 2018
Editor: - | Reporter: -

Sri Mulyani

 

Iniriau.com – Prediksi pertumbuhan ekonomi seiring dengan masih besarnya ketidakpastian global yang berpengaruh pada perekonomian negara-negara berkembang. Hingga semester I-2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia baru mencapai 5,17 persen.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 diprediksi pada 5,13 sampai 5,25 persen. Angka ini didukung dengan pertumbuhan konsumsi di angka 5 sampai 5,1 persen.

"Kuartal III dengan dinamika yang terjadi, antisipasi bahwa konsumsi masih terjaga di atas 5 persen dan inflasi cukup bagus. Impor besar, Agustus masih tinggi. Sehingga akan lihat di kuartal III ekspektasi proyeksi antara 5,13 sampai 5,25 persen. Didukung konsumsi 5 sampai 5,1 persen," jelasnya.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 diprediksi pada 5,13 sampai 5,25 persen. Angka ini didukung dengan pertumbuhan konsumsi di angka 5 sampai 5,1 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi 2018 berada pada rentang 5,14 sampai 5,21 persen. Angka ini di bawah prediksi pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

"Total seluruh tahun 2018, proyeksi kami dalam range 5,14 sampai 5,21 persen," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Kamis (13/9).

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 diprediksi pada 5,13 sampai 5,25 persen. Angka ini didukung dengan pertumbuhan konsumsi di angka 5 sampai 5,1 persen.

Sri Mulyani menambahkan, investasi masih akan tumbuh lebih tinggi lagi di triwulan ketiga dibandingkan triwulan kedua yang sempat menurun. Selain itu, ekspor juga diperkirakan akan tetap stabil dan berada di kisaran 7 persen.

"PMTB yang merupakan investasi di kuartal kedua cukup turun. Tadinya, kami lihat bisa di atas 7 persen, namun tidak terjadi karena dampak libur yang cukup panjang. Investasi akan recover dekati 7 persen yakni 6,7 sampai 6,9 persen," jelasnya. [irc/merdeka]

Artikel Pilihan
GALERI FOTO