Home | News | Bisnis | Pemerintah | Olahraga | Pariwisata | Hiburan | Ruang Kosong | Properti | Life Style

Api Hanguskan Sekolah TK Negeri Pembina Petapahan
Rubrik: galeri | Rabu, 01 Februari 2017
Editor: Redaksi | Reporter: riaueditor.com

riaueditor.com Petugas pemadam kebakaran PT Chevron Area Petapahan saat berusaha memadamkan api.

PEKANBARU -  Sekolah TK Negeri Pembina yang terletak di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, ludes terbakar, Selasa (31/1/2017) sore, sekitar pukul 17.30 WIB.

Sebanyak sembilan ruang kelas, satu ruang tata usaha, satu kamar penjaga sekolah dan ruang guru serta ruangan dapur hangus terbakar di lahap si jago merah.

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan arus pendek listrik pada salah satu ruangan yang terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksi mencapai ratusan juta rupiah.

Api berhasil dipadamkan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT Chevron Area Petapahan dikerahkan ke lokasi guna memadamkan api. Berselang sejam, api berhasil dijinakkan oleh petugas dan warga yang membantu proses pemadaman.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM mengatakan, kebakaran itu pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah bernama Muhalip (36), yang sedang memperbaiki mesin genset dibangunan belakang sekolah yang berjarak sekitar 100 meter mendegar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas elpiji.

"Curiga dengan ledakan tersebut, ia lalu melihat ke bagian depan bangunan sekolah dan mendapati atap dan plafon ruangan serta kamar penjaga sekolah sudah terbakar dan tak lama kemudian api langsung membesar," jelas Guntur.

Muhalip yang tinggal di komplek sekolah TK tersebut, lalu berusaha menyelamatkan barang-barang berharga milik sekolah dan meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk melakukan upaya pemadaman.

Polisi yang mendapat laporan, segera menghubungi pihak Damkar PT Chevron Area Petapahan untuk membantu proses pemadaman kebakaran tersebut.

"Saat ini Kepolisian Sektor Tapung masih lakukan penyelidikan untuk mencari penyebab pasti kebakaran tesrebut," tukas Guntur. (rec)

Artikel Pilihan
GALERI FOTO