Anggota DPR RI Mafirion Jadi Saksi Kasus Pemerasan TKA Absen dari Panggilan KPK

Jumat, 19 September 2025 | 16:53:42 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (foto: net)

iniriau.com, JAKARTA – Anggota DPR RI Mafirion, mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan. Ia sedianya diperiksa sebagai saksi pada Selasa (15/7/2025), namun tidak hadir. Mafirion yang berasal dari Daerah Pemilihan Riau II meminta penjadwalan ulang karena alasan pribadi.

Mafirion diperiksa dalam posisinya sebagai  staf khusus Menteri Ketenagakerjaan periode 2014–2019 mada Menaker Hanif Dhakiri.

“Yang bersangkutan menyampaikan ada keperluan lain yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga pemeriksaan akan dijadwal ulang,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Selain Mafirion, KPK juga memanggil dua mantan staf khusus menaker lainnya, yakni Maria Magdalena S dan Nur Nadlifah. Ketiganya diperiksa untuk mengungkap dugaan pemerasan dalam proses pengurusan izin penggunaan tenaga kerja asing.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan delapan tersangka, di antaranya pejabat dan staf kemenaker lintas periode. Para tersangka diduga menerima aliran dana hasil pemerasan mencapai Rp53,7 miliar dari para pemohon izin RPTKA sepanjang 2019–2024.

“Kami terus mendalami aliran dana dan peran masing-masing pihak. Saksi-saksi yang dipanggil diharapkan kooperatif agar perkara ini bisa segera dibawa ke tahap selanjutnya,” tegas Budi.**

Tags

Terkini

Antrean Solar Mengular, Pemprov Riau Surati Pertamina

Selasa, 29 September 2026 | 16:37:18 WIB

Harga TBS Sawit Swadaya Riau Turun Lagi, Ini Penyebabnya

Selasa, 29 September 2026 | 16:08:48 WIB

Galaxy S26 FE Bawa Fitur AI Flagship untuk Pengguna Lebih Luas

Selasa, 29 September 2026 | 15:57:57 WIB

Bayi Gajah Jantan Lahir di TNTN, Anak Keenam Lisa

Selasa, 29 September 2026 | 14:00:20 WIB