Kakanwil Kemenag Riau Resmi Buka LRC dan LKBB Garuda X se-Sumatera di Pekanbaru

Ahad, 08 Februari 2026 | 12:06:17 WIB
Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd membuka Lembu Robotic Competition (LRC) dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Garuda X se-Sumatera (foto:MAN 1 Pekanbaru)

iniriau.com, Pekanbaru – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau secara resmi membuka Lembu Robotic Competition (LRC) dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Garuda X se-Sumatera yang diselenggarakan MAN 1 Pekanbaru, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Hall Kampus Pelita Indonesia dan diikuti ratusan pelajar dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Pembukaan dua ajang regional tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter sekaligus pengembangan sains dan teknologi di lingkungan madrasah dan sekolah. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Kanwil Kemenag Riau, Kemenag Kota Pekanbaru, Komite MAN 1 Pekanbaru, kepala madrasah dan sekolah, panitia, dewan juri, serta para pembina dan pendamping peserta.

Acara pembukaan berlangsung semarak dengan berbagai penampilan, mulai dari atraksi tim robotik dan Pasukan Khusus (PASUS) MAN 1 Pekanbaru hingga sajian tari persembahan dan tari kreasi daerah yang dibawakan Sanggar Seni Firdaus MAN 1 Pekanbaru.

Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan iman, akhlak, dan kedisiplinan. Ia menilai ajang robotik dan baris-berbaris merupakan sarana strategis membentuk generasi muda yang cerdas sekaligus berkarakter.

“Islam sejak awal mendorong umatnya untuk berpikir kritis dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Kompetisi robotik ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah logika dan kreativitas, sementara LKBB membentuk disiplin, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Menurut Muliardi, LRC melatih ketepatan analisis, kemampuan problem solving, serta kerja tim, sedangkan LKBB Garuda X menanamkan nilai kebangsaan, tanggung jawab, dan ketertiban.

“Inilah makna bergerak serasi dan berpikir presisi,” tegasnya.
Pada tahun ini, LRC diikuti 71 tim robotik dari Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. 

Para peserta ditantang menampilkan inovasi robot dengan tingkat kesulitan teknis yang tinggi. Sementara itu, LKBB Garuda X se-Sumatera diikuti 50 tim dari sekolah dan madrasah yang bersaing menunjukkan ketepatan gerak, kekompakan formasi, serta ketegasan komando.

Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak sehingga dua kegiatan dengan karakter berbeda dapat disatukan dalam satu rangkaian acara edukatif. 

Ia berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda rutin dalam mendukung transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“MAN 1 Pekanbaru berkomitmen menghadirkan kegiatan yang mengintegrasikan teknologi, karakter, dan nilai keagamaan untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,” katanya.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Kakanwil Kemenag Riau bersama jajaran terkait, dilanjutkan dengan peninjauan arena lomba serta dialog dengan para peserta. Rangkaian kompetisi dijadwalkan berlangsung sesuai agenda dengan penilaian objektif dari dewan juri profesional.**

Tags

Terkini