Cuaca Riau Didominasi Berawan, BMKG Catat 104 Hotspot Terbanyak di Sumatera

Selasa, 10 Februari 2026 | 09:05:12 WIB
Ilustrasi by Freepik

iniriau.com, PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (10/2/2026) relatif stabil. Sebagian besar wilayah diperkirakan cerah berawan hingga berawan, meski hujan ringan masih berpeluang turun di beberapa daerah.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Moh Ibnu Amiruddin, menyampaikan bahwa pada pagi hari Riau diprediksi mengalami kondisi udara kabur hingga cerah berawan. Cuaca kemudian cenderung berawan pada siang hari, dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah.

“Peluang hujan ringan terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hilir, serta Indragiri Hulu,” kata Ibnu Amiruddin, Selasa.

Memasuki sore hingga malam, cuaca di Riau umumnya berawan. Hujan ringan masih mungkin terjadi secara lokal, terutama di Kuantan Singingi, Kampar, dan Indragiri Hilir. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut hingga dini hari di beberapa wilayah lainnya.
BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah Riau.

Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 55–98 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi perairan Riau diprakirakan relatif aman. Tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan masih tergolong rendah untuk aktivitas pelayaran.

Di sisi lain, BMKG juga melaporkan perkembangan sebaran titik panas sebagai indikator potensi kebakaran hutan dan lahan. Hingga pemutakhiran data pukul 23.00 WIB, terpantau 163 hotspot di wilayah Sumatera, dengan Riau menjadi provinsi penyumbang terbanyak.

Sebaran hotspot di Riau tercatat di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan masing-masing 45 titik, Siak 6 titik, Indragiri Hilir 5 titik, serta Kota Dumai 3 titik. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat tingginya jumlah hotspot yang terdeteksi.**

Tags

Terkini