Iniriau.com, Pekanbaru - Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Niar Erawati mengecam keras insiden pembacokan yang menimpa seorang mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau pada Kamis (26/02) pagi.
Ia menyampaikan rasa prihatin sekaligus mengecam tindakan kekerasan tersebut, terutama karena terjadi terhadap perempuan dan di area pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi seluruh civitas akademika.
“Kami sangat menyayangkan sekaligus mengecam keras tindakan kekerasan terhadap perempuan. Lingkungan kampus harusnya menjadi ruang yang aman untuk belajar dan beraktivitas, bukan tempat terjadinya tindak kriminal,” tegas Niar, Kamis (26/02).
Niar meminta aparat penegak hukum segera bertindak cepat dan tegas, untuk menangkap serta memproses pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Pelaku kekerasan terhadap perempuan harus dimintai pertanggungjawaban pidana secara maksimal, dengan penjatuhan sanksi yang tegas, adil, dan proporsional sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Srikandi Demokrat ini menilai, penanganan yang serius penting dilakukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya mahasiswa.
"Kampus adalah tempat yang aman untuk belajar, bukan tempat lahirnya kekerasan. mahasiswa adalah kaum intelektual harusnya bisa mengelola emosi bukan hanya pintar secara ilmu," kata Niar.
Inisiden pembacokan mahasiswa UIN SUSKA Riau tersebut sontak menghebohkan warga Pekanbaru setelah video kejadian beredar luas di media sosial. Rekaman itu memicu kekhawatiran publik terkait keamanan di lingkungan pendidikan.
Niar pun mengingatkan seluruh mahasiswa baik berasal dari Kota Pekanbaru maupun daerah lainnya untuk tetap menjaga nama baik kampus dan keluarga, serta menghindari segala bentuk kekerasan.
“Mahasiswa harus menjaga nama baik kampus dan nama orang tua. Jangan sampai tindakan yang melanggar hukum merusak masa depan sendiri dan mencoreng dunia pendidikan,” sebutnya. **