Emak-emak Kewalahan Mencari Minyak Goreng Merek Minyakita

Ahad, 19 April 2026 | 18:15:00 WIB
Minyakita (foto:Betty)

iniriau.com, Pekanbaru - Emak-emak di Pekanbaru mulai kesulitan mendapatkan minyak goreng Minyakita di tingkat grosir dan eceran, Minggu (19/4). Maklum, Minyakita adalah minyak goreng hasil skema Domestic Market Obligation (DMO), yang mewajibkan perusahaan eksportir minyak sawit mentah (CPO) memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri sebelum mendapatkan izin ekspor dan harga terjangkau.

"Iya, sudah susah dapatkan Minyak Kita sekarang di pasaran. Di sepanjang toko grosir dan eceran sudah tidak ada lagi minyak tersebut," kata Tari salah seorang warga Kelurahan Simpang Tiga, Pekanbaru.

Senada, Wita juga sudah berusaha untuk mendapatkan minyak goreng DMO itu, namun hasilnya nihil.

"Saya sudah cari kemana-mana, tidak ada lagi. Ditanya sama para pedagang, mereka bilang dari distributor nya memang tidak Minyakita yang masuk. Saya sekarang pakai minyak kemasan merek lain," ujar Tari singkat.

Sementara itu, dari pegawai di toko grosir di Simpang Tiga mengatakan, Minyakita sudah satu bulan tidak ada di tokonya.

"Sudah satu bulan tidak ada distributor Minyakita mengantarkan minyak kemasan itu. Sekarang pun harga minyak goreng kemasan sudah mulai mahal semuanya," kata Rayhan.

Sedangkan Ade yang bekerja di toko grosir Rizky mengatakan hal senada. Di tokonya sudah tidak ada lagi Minyak goreng merek Minyakita.

"Sudah kosong, Kak. Kita sekarang jual minyak kemasan lain saja. Saya juga tidak tahu alasannya kenapa tidak masuk lagi sampai sekarang," tukasnya singkat.

Minyakita biasanya di jual di tingkat pengecer seharga Rp 17.000,- per kg. Namun, saat ini karena susah didapatkan, Minyakita dijual hingga harga Rp 20.000,- per kilo.**

Tags

Terkini