Pemko Pekanbaru Buka Layanan Aduan Tekan Angka Anak Putus Sekolah

Senin, 04 Mei 2026 | 18:29:11 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar foto bersama dengan tenaga pendidik saat Hardiknas 2026(foto: Instagram h_agungnugroho)

iniriau.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus mengintensifkan langkah menekan angka anak putus sekolah melalui program “zero anak putus sekolah” yang digerakkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik). Program ini diperkuat dengan pembukaan layanan pengaduan serta pendataan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan masyarakat kini bisa berperan aktif dengan melaporkan anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan, baik melalui kantor dinas maupun sekolah terdekat. Laporan tersebut akan segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.

“Setiap laporan yang masuk akan kami proses. Anak-anak akan diarahkan kembali ke sekolah yang masih memiliki kapasitas,” ujar Tommy, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada pendidikan formal. Bagi anak yang tidak memungkinkan kembali ke sekolah umum karena faktor usia, Disdik menyiapkan jalur alternatif melalui pendidikan nonformal.

Menurutnya, keberadaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi solusi agar anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Selain itu, mereka juga didorong mengikuti pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Berdasarkan hasil pendataan tahun sebelumnya, terdapat 1.778 anak putus sekolah yang teridentifikasi melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk posyandu. Sebagian dari mereka telah kembali ke bangku sekolah, sementara lainnya memilih jalur pendidikan nonformal.

Disdik juga mengidentifikasi berbagai faktor penyebab, mulai dari kendala ekonomi hingga persoalan administrasi seperti ijazah yang tertahan. Kasus-kasus tersebut ditangani secara bertahap sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Untuk tahun ini, proses pendataan masih berlangsung dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan.

“Pendataan terus kami lakukan. Harapannya, seluruh anak di Pekanbaru bisa tetap bersekolah atau mendapatkan alternatif pendidikan,” tutup Tommy.**

 

Tags

Terkini