iniriau.com, Pekanbaru - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Riau 2026, dijadwalkan akan di gelar pada bulan Juni 2026 mendatang. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala iven penjaringan atlet muda berprestasi itu batal digelar.
Eks Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga RI Alfitra Salamm, sangat menyayangkan dengan keputusan dibatalkannya iven olahraga pelajar tersebut
Menurutnya, saat ini sebagian besar provinsi di Indonesia memang mengalami efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Namun, situasi ini tidak serta-merta menjadikan alasan suatu iven sekelas POPDA Riau batal digelar, terlebih lagi jumlah cabang olahraga yang dipertimbangkan hanya empat cabang olahraga.
Ia meminta Pemprov Riau dalam hal ini Dispora Riau tidak pasrah dengan situasi, tetapi harus kreatif dan cerdas dalam pengelolaan anggarannya.
"Persoalan olahraga, apalagi berkaitan dengan prestasi pelajar adalah kegiatan yg tidak boleh putus. Saya sangat menyayangkan keputusan pembatalan pelaksanaan iven POPDA Riau 2026 tersebut. POPDA itu pondasi dasar penjaringan atlet muda berprestasi, dan sayang sekali jika sampai batal digelar," ujar Alfitra memulai wawancaranya bersama iniriau.com, Sabtu (16/5) di Pekanbaru.
Saat ditanya bagaimana dan seperti apa solusinya, pengamat politik senior Riau itu dengan lugas mengatakan, sebelum pelaksanaan iven, Dispora Riau bisa merangkul perusahaan-perusahaan besar di Riau melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Harus kreatif dan pro aktif, rangkul perusahaan-perusahaan besar di Riau, mereka ada dana CSR nya. Bisa itu di lobi, yang minta bantu Pemprov Riau koq," ujar Alfitra yang juga pernah menjabat sebagai memimpin cabang olahraga squash Indonesia tersebut.
Sedangkan untuk menu atlet POPDA Riau, Dispora Riau bisa berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makanan Bergizi Gratis (MBG), tetapi harus disesuaikan dengan porsi makanan kebutuhan atlet.
Alfitra meminta agar Dispora Riau membu forum kemitraan atau kerja sama dengan berbagai pihak, agar pelaksanaan iven olahraga pelajar tersebut bisa dihelat.
"Buka forum kemitraan yg positif untuk memajukan olahraga di Riau," tutupnya mengakhiri penjelasan.
Agenda olahraga pelajar dua tahunan itu, hanya akan mempertandingkan empat cabang olahraga yaitu sepak takraw, sepak bola, bola basket dan bola voli.**