Disdik Riau Siapkan Layanan Pengaduan Terpadu SPMB 2026/2027

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:15:06 WIB
Ilustrasi SPMB SMA di Riau (foto by AI)

iniriau.com, PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menyiapkan sejumlah posko layanan dan kanal pengaduan selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penerimaan siswa baru tingkat SMA dan SMK Negeri berjalan lancar serta memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun informasi.

Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, mengatakan layanan pengaduan dibuka di berbagai lokasi agar calon peserta didik dan orang tua dapat memperoleh pendampingan secara cepat apabila menemui kendala saat proses pendaftaran.

“Posko layanan tersedia di masing-masing sekolah, kantor cabang dinas pendidikan, hingga Aula Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendapatkan informasi maupun solusi atas persoalan yang dihadapi selama proses SPMB,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Jeffri, berbagai persoalan yang kerap muncul selama masa pendaftaran telah diantisipasi melalui pembentukan tim layanan khusus. Keluhan yang dapat ditangani antara lain masalah aktivasi akun, kesalahan data peserta, kendala unggah dokumen persyaratan, hingga gangguan teknis lainnya pada sistem pendaftaran.

Selain layanan tatap muka, Disdik Riau juga menyediakan hotline pengaduan yang dibagi berdasarkan wilayah guna mempercepat respons dan koordinasi. Untuk layanan tingkat provinsi, masyarakat dapat menghubungi nomor 0821-7004-304.

Sementara itu, warga Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti dapat mengakses layanan melalui nomor 0822-8411-1969. Untuk wilayah Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai tersedia nomor 0812-7595-128. Sedangkan masyarakat di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru dapat menghubungi 0813-7178-7877.

Adapun layanan bagi masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir disediakan melalui nomor 0822-8846-6836.

Jeffri mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan fasilitas yang tersedia apabila mengalami hambatan selama tahapan pendaftaran berlangsung. Dengan begitu, setiap persoalan dapat ditangani lebih cepat sehingga tidak mengganggu proses seleksi peserta didik.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada sejumlah jalur penerimaan yang telah ditetapkan pemerintah dengan pembagian kuota yang proporsional.

Jalur domisili mendapatkan alokasi 30 persen dari total daya tampung sekolah dan diperuntukkan bagi calon murid yang tinggal di wilayah yang telah ditetapkan. Bukti domisili harus menggunakan Kartu Keluarga yang telah diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB.

Kemudian, jalur afirmasi juga memperoleh kuota 30 persen yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.

Sementara itu, jalur prestasi menjadi jalur dengan kuota terbesar, yakni 35 persen. Alokasi tersebut terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari prestasi nilai rapor, tahfiz Alquran, kepemimpinan, prestasi internasional, Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga prestasi akademik dan nonakademik.

“Pembagian kuota ini diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi calon murid sesuai kemampuan, prestasi, dan latar belakang yang dimiliki,” kata Erisman.

Ia juga mengingatkan seluruh calon peserta didik dan orang tua untuk memahami seluruh ketentuan pendaftaran agar proses seleksi dapat diikuti dengan baik. Disdik Riau menargetkan pelaksanaan SPMB 2026/2027 berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel, sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan di sekolah negeri.**

Tags

Terkini