Abrasi Terjang Pesisir Inhil Belasan Warga Mengungsi

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:23:33 WIB
Abrasi di Inhil (foto: BPBD Inhil)

iniriau.com, PEKANBARU – Abrasi yang melanda kawasan pesisir Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (14/7/2026), mengakibatkan sejumlah bangunan warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat. Peristiwa ini memaksa sembilan kepala keluarga (KK) dengan total 17 jiwa mengungsi ke rumah kerabat.

Kepala BPBD Kabupaten Inhil, R Arliansyah, menjelaskan laporan kejadian diterima dari pemerintah desa sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus membantu proses evakuasi warga.

"Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan, membantu evakuasi, serta membongkar bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga," ujar Arliansyah.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, abrasi terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat kondisi air laut sedang surut. Pergeseran tanah di sepanjang bibir pantai memicu retakan yang terus meluas hingga mencapai kawasan permukiman.

Akibatnya, lima unit rumah warga ambruk, satu rumah tahfiz mengalami kerusakan, dermaga apung ikut roboh, jalan jerambah beton sepanjang sekitar 100 meter rusak, serta satu unit sumur bor yang menjadi fasilitas umum tidak lagi dapat digunakan.

Meski menimbulkan kerusakan cukup parah, bencana tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh warga terdampak untuk sementara memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Arliansyah mengatakan BPBD masih melakukan pendataan lanjutan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa guna menentukan langkah penanganan berikutnya.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi dan penanganan dilakukan secepat mungkin," katanya.

Selain penanganan darurat, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi korban, di antaranya bahan pangan, perlengkapan dapur, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, serta Al-Qur'an untuk menggantikan perlengkapan yang rusak di rumah tahfiz.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi dan pergerakan tanah, terutama ketika terjadi perubahan kondisi pasang surut air laut yang dapat mempercepat pengikisan daratan.**

Tags

Terkini