Plt Gubri Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Menuju Pulau Terluar

Senin, 20 Juli 2026 | 13:21:42 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto (foto:mcr)

iniriau.com, PEKANBARU – Upaya menghadirkan layanan keuangan yang merata hingga ke wilayah kepulauan kembali dilakukan melalui pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026. Program yang digagas Bank Indonesia bersama pemerintah daerah ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar bagi masyarakat di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Provinsi Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa distribusi uang rupiah ke wilayah terpencil merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar harus memiliki akses yang sama terhadap uang rupiah dalam kondisi baik, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar tanpa terkendala ketersediaan uang tunai.

"Ekspedisi ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat di wilayah 3T tetap memperoleh layanan kas yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kualitas uang rupiah yang beredar," katanya saat melepas tim ekspedisi di Pekanbaru, Senin (20/7/2026).

SF Hariyanto menjelaskan, Riau memiliki karakteristik wilayah yang didominasi kawasan pesisir dan kepulauan. Kondisi tersebut membuat proses distribusi uang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan daerah lain.

Pulau Rupat, Bengkalis, Mendol, Guntung, hingga Tebing Tinggi menjadi beberapa wilayah yang masuk dalam jalur pelayanan ekspedisi karena letaknya yang cukup jauh dari pusat distribusi uang.

Selain memenuhi kebutuhan uang layak edar, kegiatan ini juga membawa misi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Kehadiran rupiah hingga ke daerah perbatasan dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan sekaligus menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota hingga instansi pendukung lainnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga koordinasi selama pelaksanaan ekspedisi agar distribusi uang berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran.

"Dengan sinergi yang kuat, masyarakat di wilayah kepulauan dapat merasakan manfaat program ini secara langsung. Harapannya, tidak ada lagi daerah yang kesulitan memperoleh uang rupiah layak edar, sekaligus memperkuat kehadiran negara hingga ke setiap pulau di Provinsi Riau," tutupnya.**

Tags

Terkini