Iniriau.com, Dumai - Dalam rangka menjalankan tugasnya untuk mendistribusikan dan memenuhi uang layak edar ke masyarakat, Bank Indonesia Provinsi Riau bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tahun 2026 yang berlangsung di Pelabuhan Pelindo Kota Dumai, Selasa (21/07). Dengan menggunakan Kapal Perang TNI AL yakni KRI Lepu 861, puluhan peserta ERB 2026 siap berangkat ke wilayah 3T yakni Terluar, Terdepan dan Terpencil.
Pelepasan Tim ERB 2026 ini disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Dumai, Danlanal Dumai, perwakilan Mabes TNI AL, Deputy DPU BI, Kepala BI Riau, Deputy BI Riau, Ketua DPRD Dumai, Polres Dumai, Kejari Dumai dan pimpinan Perbankan yang beroperasi di Kota Dumai.
Adapun peserta ERB 2026 terdiri dari perwakilan KPw BI Riau, KPw BI Kepri, KPw Loksmawe, KPw BI Lampung, KPw BI Pematang Siantar dan Tim dokumentasi. Dimana, selama 7 hari ke depan yakni 21-27 Juli mendatang Tim ERB akan singgah ke 5 daerah yang dituju.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar dan uang rupiah pecahan kecil di daerah Terluar, Terdepan dan Terpencil (3T) di Provinsi Riau.
"Tugas BI yakni mengedarkan uang rupiah ke seluruh pelosok negeri. Di wilayah Provinsi Riau, ada 11 daerah yang berbatasan dengan negara tetangga. Semoga ERB membawa manfaat bagi masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air serta Cinta, Bangga dan Paham Rupiah," Sebut Panji kepada Iniriau.com, Selasa (21/07).
Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji menyebutkan, kegiatan ERB sudah menjadi agenda rutin tahunan bersama Bank Indonesia. ERB di Riau sudah berlangsung selama 7 tahun, dan cukup banyak pulau yang sudah dikunjungi.
"Banyaknya pulau terluar dan terpencil di negara kita, ini merupakan tantangan geografis yang tidak bisa dihindari. Kolaborasi ini merupakan sinergitas antara BI dan TNI Angkatan Laut, agar memiliki rasa cinta terhadap rupiah. Tim ERB 2026 akan berangkat menggunakan KRI Lepu 861, dengan total jarak tempuh sekitar 460 mil," Ungkap Agung.
Sementara itu, Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto berharap ajang ERB bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Pasalnya, masyarakat masih ada yang kebingungan dan tidak tau harus pergi kemana untuk menukarkan uang rusak miliknya.
"Kami sangat bersyukur dan bangga, karena Kota Dumai dipilih sebagai titik awal pelepasan Tim ERB. Mereka nantinya, akan menyalurkan uang layak edar secara merata di seluruh pelosok negeri. Kegiatan ini sebagai simbol kehadiran negara, karena rupiah sebagai sistem pembayaran sah di Indonesia. Dengan adanya penukaran uang layak edar ini, tentunya akan memudahkan masyarakat mendapatkan uang rupiah baru atau layak edar," Pungkas Sugiyarto.
Selain menyediakan kebutuhan uang layak edar di masyarakat, BI Riau juga melakukan pemantauan terhadap kondisi ketahanan pangan di daerah, UMKM, digitalisasi keuangan, Layanan Kas keliling, Sosialisasi Cinta Banga dan Paham Rupiah serta penanaman pohon bakau di Rupat Utara. Selama 2 tahun terakhir, BI Riau selalu meraih peringkat 5 besar terbaik nasional untuk pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat. **