Selatox Resmikan Pabrik Biofarmasi Usai Kantongi Sertifikasi CPOB BPOM

Kamis, 23 Juli 2026 | 13:06:59 WIB
PT Selatox Bio Pharma resmi mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (foto:Dok Selatox)

iniriau.com, CIKARANG – PT Selatox Bio Pharma resmi mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Bersamaan dengan pencapaian tersebut, perusahaan juga meresmikan fasilitas manufaktur biofarmasi di Cikarang, Jawa Barat, sebagai langkah memperkuat industri farmasi nasional sekaligus memperluas pasar global.

Sertifikasi CPOB menjadi bukti bahwa fasilitas produksi dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar yang ditetapkan BPOM. Dengan demikian, perusahaan dinilai siap memproduksi biofarmasi estetika berkualitas tinggi melalui proses manufaktur yang sesuai standar internasional.

Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, mengatakan sertifikasi tersebut merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi, mulai dari riset, pengembangan, hingga manufaktur.

"Pencapaian ini menunjukkan fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar BPOM. Kami berkomitmen menghadirkan produk biofarmasi berkualitas tinggi yang dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan dan mitra kami," ujar Joh Young Hoon.

Ia menambahkan, Selatox akan terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional guna meningkatkan daya saing industri farmasi Indonesia.

Fasilitas manufaktur Selatox dibangun dengan teknologi produksi modern, area produksi steril, serta sistem pengendalian mutu yang mencakup seluruh tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian laboratorium, hingga distribusi produk.

Peresmian fasilitas tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, BPOM, organisasi profesi kesehatan, tenaga medis, klinik estetika, serta mitra industri.

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Agus Tjahajana Wirakusumah, menyebut keberadaan fasilitas manufaktur Selatox diharapkan mampu memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi obat dalam negeri dan penguasaan teknologi.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar mengatakan sertifikasi CPOB yang diraih Selatox mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi aspek keamanan, mutu, dan khasiat produk sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan fasilitas baru tersebut, Selatox menargetkan Indonesia menjadi salah satu basis pengembangan biofarmasi estetika yang mengintegrasikan kegiatan riset, manufaktur, dan bisnis global, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen biofarmasi berstandar internasional.**

Zulifni 

Tags

Terkini