Mahasiswa UNRI Latih Warga Sidomulyo Olah Minyak Jelantah

Jumat, 24 Juli 2026 | 09:43:18 WIB
Mahasiswa Kukerta Unri ajak masyarakat Desa Sidomulyo, Kabupaten Inhu memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi (foto:dok Mahasiswi Unri)

iniriau.com, INHU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) mengajak masyarakat Desa Sidomulyo, Kabupaten Indragiri Hulu, memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan yang digelar pada 12 Juli 2026 itu diikuti ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga (IRT) sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis zero waste.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha kreatif yang ramah lingkungan. Selain mengurangi pencemaran akibat pembuangan minyak jelantah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menambah sumber pendapatan keluarga.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Sidomulyo, Muhammad Rezal, mengatakan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai jual merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

"Kami ingin masyarakat melihat bahwa minyak jelantah tidak harus dibuang. Dengan sedikit inovasi, limbah ini bisa diolah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa memberikan materi mengenai teknik pemurnian minyak jelantah menggunakan arang aktif dan air jeruk nipis untuk mengurangi bau serta kotoran. Setelah melalui proses penyaringan, minyak kemudian dicampur dengan parafin wax dan stearic acid untuk menghasilkan lilin yang lebih padat dan tahan lama.

Peserta juga diajarkan menambahkan pewarna dan minyak esensial (essential oil) agar lilin memiliki tampilan menarik sekaligus aroma yang menenangkan. Seluruh tahapan dipraktikkan secara langsung sehingga peserta dapat memahami proses pembuatan dari awal hingga produk siap digunakan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif berdiskusi mengenai komposisi bahan, teknik pembuatan, hingga peluang pemasaran produk lilin aromaterapi sebagai usaha rumahan.

Program yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Eva Astuti Mulyani, M.Pd., ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Melalui keterampilan yang diperoleh, warga diharapkan dapat mengembangkan produk daur ulang bernilai jual sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.**

Tags

Terkini