iniriau.com, Bali – Perubahan teknologi yang semakin cepat, berkembangnya kecerdasan buatan (AI), serta bergesernya perilaku konsumen mendorong pelaku industri untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih adaptif. Kondisi tersebut menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.
Mengusung tema "Blueprint the Beyond", forum ini mempertemukan pemimpin dari berbagai sektor, mulai dari brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga industri kreatif untuk merancang pendekatan baru dalam membangun hubungan dengan konsumen di era digital.
Ketua APMF, Andi Sadha, mengatakan tantangan industri saat ini bukan lagi soal memperoleh informasi, melainkan bagaimana mengubah berbagai data dan tren menjadi strategi yang efektif bagi organisasi.
"Kita tidak kekurangan insight, tetapi bagaimana mengubah insight tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan yang membuat organisasi lebih cepat dan adaptif," ujar Andi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda, seperti kelas implementasi teknologi dan AI, forum diskusi bersama para pakar global, pameran inovasi, hingga pertemuan eksklusif yang mendorong lahirnya kolaborasi bisnis lintas industri.
APMF 2026 menghadirkan lebih dari 25 pembicara internasional, di antaranya Ali Rez, Ernest Prakasa, Rica Facundo, Sunny Gho, dan Tuomas Peltoniemi. Mereka akan berbagi wawasan mengenai perkembangan marketing, kreativitas, media, teknologi, serta ekonomi kreatif di kawasan Asia Pasifik.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, APMF diikuti 921 peserta yang terdiri dari para pengambil keputusan perusahaan, pemilik merek, pelaku industri kreatif, media, agensi, hingga platform teknologi. Tahun ini, forum tersebut diharapkan kembali menjadi wadah lahirnya kolaborasi strategis yang mampu menjawab tantangan pemasaran di masa depan.
"Masa depan consumer engagement tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas industri untuk menciptakan fondasi baru yang lebih kuat," tutup Andi.**