iniriau.com, PEKANBARU — Prestasi akademik kembali ditorehkan Universitas Islam Riau (UIR). Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Gusman Nawanir, ST., M.Sc., Ph.D., mendapat pengakuan sebagai salah satu ilmuwan yang masuk kategori World’s Top 5% Scientists versi SciRank Global.
Penghargaan tersebut diberikan melalui Certificate of Recognition SciRank Global. Dalam pemeringkatan itu, Gusman tercatat berada di peringkat 1.017.712 dunia dengan status Top 5% Verified.
Capaian tersebut tidak diraih secara instan. Gusman menyebut konsistensi melakukan penelitian dan mempublikasikan karya ilmiah menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkannya masuk dalam daftar tersebut.
“Sebagai seorang akademisi atau dosen, setiap hari saya konsisten menulis dan melakukan publikasi ilmiah. Karya tulis ini tentunya sejalan dengan bidang ilmu yang dimiliki, yaitu manajemen,” kata Gusman, Senin (24/8/2026).
Selama ini, penelitian yang digelutinya banyak berkaitan dengan manajemen operasional dan sustainability. Dalam perkembangan riset terkini, ia mulai memperkuat perhatian pada konsep sustainable university.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong penerapan prinsip keberlanjutan. Kajian mengenai sustainable university tidak sebatas membahas persoalan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola, operasional serta aktivitas akademik.
“Fokus penelitian saya di bidang manajemen operasional dan sustainability. Untuk yang terbaru, saya banyak fokus kepada sustainability, khususnya sustainable university,” ujarnya.
Gusman menilai pengakuan SciRank Global menjadi bentuk apresiasi terhadap aktivitas riset yang selama ini dijalankan secara konsisten. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk menghasilkan lebih banyak penelitian yang memiliki dampak dan relevansi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Ia berharap aktivitas publikasi ilmiah di kalangan akademisi terus meningkat sehingga semakin banyak penelitian dari perguruan tinggi Indonesia yang mendapat perhatian di tingkat global.
Bagi UIR, pencapaian tersebut juga menjadi tambahan catatan positif dalam penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah. Keberadaan akademisi yang memiliki rekam jejak publikasi di tingkat internasional diharapkan turut meningkatkan visibilitas serta reputasi perguruan tinggi di bidang penelitian.**