REF 2026, BI Riau Sebut Investasi dan Hilirisasi Sawit Kunci Pertumbuhan Ekonomi Riau

Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30:14 WIB
Pemberian penghargaan kepada perusahaan investor hilirisasi sawit tertinggi di riau melalui ajang REF 2026. (Foto: Dok. BI)

Iniriau.com, Pekanbaru - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Riau menyelenggarakan 2nd Riau Economic Forum (REF) 2026 dengan tema "Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi", Senin (31/8).

Melalui forum ini diharapkan, tercipta pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi perekonomian, prospek ke depan, serta arah kebijakan strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang inklusif dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Riau perlu memperkuat sinergi antar daerah untuk memperluas pasar komoditas utama Riau.

Sejalan dengan itu, kebijakan nasional untuk kemandirian energi memberikan peluang besar bagi Provinsi Riau sebagai lumbung energi dari minyak, hilirisasi komoditas CPO, hingga potensi dari komoditas kelapa untuk terus memperkuat perkembangan ekonominya.

Pada REF 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kepada 3 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang merealisasikan investasi tertinggi pada Semester I 2026 di sektor hilirisasi Provinsi Riau.

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank indonesia Provinsi Riau, Kepala Bank Indonesia Koordinator Wilayah Sumatera, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Riau kepada pelaku usaha sebagai penghargaan dan motivasi untuk terus berkontribusi bagi perekonomian Riau.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Dr. Panji Achmad, menyampaikan bahwa investasi dan hilirisasi menjadi kunci pertumbuhan Riau, karena hilirisasi meningkatkan nilai tambah komoditas utama daerah seperti kelapa sawit.

"Kajian Bank Indonesia bersama perguruan tinggi menunjukkan investasi dan hilirisasi kelapa sawit berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Riau untuk tumbuh lebih tinggi," ujar Panji Achmad.

Ia mengatakan Bank Indonesia akan terus mendukung perumusan strategi dan sinergi kebijakan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

REF 2026 merupakan puncak rangkaian kegiatan yang meliputi Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP), FGD Perekonomian, Temu Responden, Pasar Murah HUT Provinsi Riau, serta Festival Diversifikasi Pangan bersama Riau Investment Forum/RIF (Road to REF).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi Riau yang solid, terdigitalisasi, dan berkelanjutan melalui penyelarasan strategi dan sinergi dengan mitra kerja strategis.

REF 2026 hadir sebagai wadah komunikasi kebijakan yang mempertemukan 100 (seratus) lebih peserta dari Pemerintah Daerah, instansi vertikal, regulator, akademisi, perbankan, pelaku usaha, asosiasi, media, dan pemangku kepentingan lainnya dalam kerangka Pentahelix.

Diskusinya dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama diskusi panel mengangkat tema Digitalisasi Sistem Pembayaran dengan narasumber Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, Indra, Kepala Perwakilan LPS | Medan, Jimmy Ardianto, Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk., Koko Tjatur Rachmadi, serta Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Ginanjar.

Pembahasan mencakup identifikasi dan mitigasi risiko digitalisasi di sektor keuangan, penjaminan simpanan lembaga keuangan digital, perkembangan dan kebutuhan regulasi digitalisasi perbankan, serta capaian dan arah kebijakan sistem pembayaran ke depan.

Sesi kedua membahas Kondisi dan Prospek Perekonomian dengan narasumber Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, Ferry Kurniawan, Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, dan Analis Kebijakan APINDO, Ajib Hamdani.

Diskusi menyoroti perkembangan ekonomi global, prospek ekonomi nasional dan respons kebijakan Bank Indonesia, aktivitas ekonomi sektoral dan regional Riau, serta strategi dunia usaha menghadapi tantangan perekonomian saat ini. Kedua sesi dipandu moderator News Anchor Metro TV, Jessica Wulandari. **

Tags

Terkini