ISPA Tembus 300 Kasus per Hari, Pemko Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas

Senin, 07 September 2026 | 11:58:20 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar (foto: iniriau)

iniriau.com, PEKANBARU – Dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai dirasakan pada sektor kesehatan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini menyiagakan seluruh 21 Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan bagi warga yang terdampak menurunnya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir. Data yang dihimpun Pemko menunjukkan angka kasus ISPA mengalami kenaikan signifikan dibandingkan kondisi normal.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan Dinas Kesehatan telah diminta memastikan seluruh Puskesmas siap memberikan pelayanan, termasuk menyiapkan kebutuhan medis untuk penanganan pasien gangguan pernapasan.

"Kita sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan agar seluruh Puskesmas aktif dan siap melayani masyarakat yang terdampak kabut asap," kata Markarius, Senin (7/9/2026).

Ia menyebut rata-rata kasus ISPA yang tercatat saat ini mencapai lebih dari 300 kasus per hari. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi sebelum kabut asap memburuk.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemko Pekanbaru juga memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, TK, SD dan SMP pada 7-8 September 2026. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko paparan asap terhadap anak-anak yang dinilai rentan terdampak pencemaran udara.

Pemko mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gejala gangguan pernapasan lainnya.

Dengan seluruh Puskesmas yang telah disiagakan, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara cepat di tengah kondisi kualitas udara yang masih belum membaik.**

Tags

Terkini