Disbun Riau Umumkan Kenaikan Harga Kelapa Sawit Swadaya Minggu Ini

Rabu, 09 September 2026 | 07:35:33 WIB
Hasil panen petani sawit di Riau (foto:dok iniriau)

iniriau.com, PEKANBARU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan untuk periode 9 hingga 15 September 2026. Kenaikan tersebut dipicu oleh menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar.

Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang diumumkan Dinas Perkebunan Riau, kenaikan tertinggi terjadi pada TBS kelompok umur 9 tahun. Harga pada kelompok umur tersebut naik Rp58,62 per kilogram atau 1,51 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau, Defris Hatmaja, mengatakan harga TBS untuk tanaman umur 9 tahun kini ditetapkan sebesar Rp3.943,46 per kilogram.

“Penetapan harga ini berlaku untuk satu minggu ke depan. Selain itu, harga cangkang sawit juga ditetapkan sebesar Rp24,76 per kilogram,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, indeks K yang digunakan pada periode ini sebesar 93,34 persen. Sementara harga jual CPO tercatat meningkat Rp161,37 per kilogram dan harga kernel naik Rp524,66 per kilogram dibandingkan pekan lalu.

Menurut Defris, dalam proses penetapan harga terdapat beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, harga CPO dan kernel yang digunakan mengacu pada harga rata-rata tim penetapan, sedangkan untuk kondisi tertentu digunakan harga rata-rata KPBN.

“Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN berada di angka Rp16.005,80 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN mencapai Rp13.679 per kilogram,” jelasnya.

Defris menambahkan, tren positif harga sawit saat ini tidak terlepas dari upaya pembenahan tata kelola penetapan harga yang dilakukan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum dinilai memberikan dampak terhadap transparansi dan stabilitas harga yang diterima petani.

“Kami berharap kondisi ini terus berlanjut sehingga pendapatan petani meningkat dan kesejahteraan masyarakat perkebunan sawit di Riau semakin baik,” katanya.**

Tags

Terkini