Tim Gabungan Terus Berupaya Jinakkan Karhutla di Bengkalis dan Meranti

Jumat, 11 September 2026 | 14:32:07 WIB
Personel TNI bersama tim gabungan bekerja tanpa henti melakukan pemadaman kebakaran lahan (foto:Humas Kodam)

iniriau.com, BENGKALIS – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti masih terus dilakukan. Personel TNI bersama tim gabungan bekerja tanpa henti melakukan pemadaman dan pendinginan guna memastikan api tidak kembali meluas.

Operasi penanggulangan Karhutla saat ini difokuskan di tiga lokasi di Kabupaten Bengkalis, yakni Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan, Desa Buluh Apo Kecamatan Pinggir, dan Desa Tasik Serai Timur Kecamatan Talang Muandau. Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, penanganan berlangsung di Desa Gemala Sari Kecamatan Rangsang, Desa Sungai Anak Kamal Kecamatan Merbau, serta Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan medan yang didominasi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Kondisi gambut yang kering, terbatasnya sumber air, serta faktor cuaca membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.

Menurutnya, petugas tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan bara yang berada di bawah lapisan gambut benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran susulan.

Di Desa Gemala Sari, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare. Untuk mendukung operasi pemadaman, tim gabungan mengerahkan mesin pemadam, alat berat excavator untuk membuat embung sebagai sumber air, hingga dukungan water bombing yang digunakan pada lokasi Karhutla di Desa Tasik Serai Timur.

Selain pemadaman, petugas juga membuka akses menuju lokasi kebakaran, membuat sekat untuk membatasi pergerakan api, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

Sejauh ini sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, personel gabungan masih terus melakukan patroli dan pendinginan di area bekas terbakar guna mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun kepulan asap.

"Kami terus menyisir area terdampak dan melakukan pendinginan. Langkah antisipasi juga dilakukan dengan membuat sekat agar api tidak menjalar ke lokasi lain," ujar Agus.**

Tags

Terkini