iniriau.com, Pekanbaru – Universitas Islam Riau (UIR) menggandeng Komisi X DPR RI serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar workshop bertema pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penelitian dan pembelajaran bagi mahasiswa, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Rektorat UIR itu diikuti sekitar 100 mahasiswa tingkat akhir dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral. Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI secara tepat, produktif, dan tetap menjunjung etika akademik.
Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, SH, MH, mengatakan perkembangan teknologi AI telah menjadi bagian dari dunia pendidikan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut sebagai pendukung proses belajar dan penelitian, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir.
“Teknologi AI harus dimanfaatkan secara bijak untuk membantu aktivitas akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., MM, yang menjadi pembicara utama menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung produktivitas manusia.
“AI hadir untuk membantu pekerjaan kita, bukan menggantikan peran manusia,” kata Karmila.
Dalam sesi workshop, peserta mendapatkan materi dari dua pakar AI di Riau, yakni Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons)., M.IT dan Assoc. Prof. Dr. Susandri, S.Kom., M.Kom. Kegiatan dipandu oleh Dr. Septian Wahyudi, S.AB., M.Si.
Prof. Arbi membahas pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas riset dan pembelajaran. Ia menjelaskan perkembangan teknologi AI hingga hadirnya Large Language Models (LLM), sekaligus menekankan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran akademik dalam penggunaannya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknik penyusunan prompt yang efektif serta pemanfaatan platform digital untuk mendukung proses penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Susandri mengangkat tema kesiapan karier di era AI. Ia menilai penguasaan teknologi AI menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Menurutnya, individu yang mampu beradaptasi dan bekerja berdampingan dengan AI akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan mereka yang mengabaikan perkembangan teknologi tersebut.
Workshop juga membahas pemanfaatan AI dalam penyusunan CV, penguatan personal branding, hingga simulasi wawancara kerja. Meski demikian, peserta diingatkan agar tetap mengedepankan nilai-nilai manusiawi seperti empati, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Hadir pula perwakilan Kemdiktisaintek serta jajaran pimpinan Universitas Islam Riau.**