Diego, Gajah Binaan PLG Minas Mati usai Jalani Perawatan Intensif

Kamis, 17 September 2026 | 13:47:54 WIB
Gajah Diego semasa hidup (foto:Ss video tiktok akun Bos Diego)

iniriau.com, PEKANBARU – Gajah Sumatera jantan bernama Diego yang selama ini menjadi gajah binaan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, mati setelah menjalani perawatan intensif dari tim medis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan Diego mati pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, gajah berusia 17 tahun itu mengalami gangguan kesehatan yang ditandai dengan penurunan nafsu makan dan diare sejak 10 September lalu.

“Tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan. Awalnya diduga karena cacingan, namun hasil uji laboratorium terhadap sampel feses menunjukkan negatif cacing,” kata Ujang, Kamis (17/9/2026).

Meski sempat menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat pengobatan, kondisi Diego kembali menurun pada 15 September. Ia dilaporkan tidak mau makan, mengalami diare berulang, tubuh lemas, dan asupan minumnya sangat sedikit.

Tim medis kemudian memberikan terapi lanjutan berupa cairan infus, vitamin, obat suportif, serta antiinflamasi. Namun saat menjalani perawatan lanjutan keesokan harinya, kondisi Diego mendadak memburuk hingga akhirnya mati.

Berdasarkan hasil nekropsi awal, Diego diduga mati akibat infeksi kronis pada saluran pencernaan. BBKSDA Riau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel organ untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.

Diego lahir di PLG Minas pada 3 September 2009 dari induk betina Vera dan induk jantan Reno. Selama hidupnya, ia menjadi salah satu gajah binaan yang kerap terlibat dalam kegiatan edukasi dan penyambutan pengunjung.

“Kami mengapresiasi seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah berupaya maksimal selama proses perawatan Diego,” ujar Ujang.**

Tags

Terkini