4 Rabiul Awwal 1442 H | Rabu, 21 Oktober 2020
Terdampak Corona,40 Agenda Pariwisata Riau Ditunda
pariwisata | Selasa, 14 April 2020
Editor : desy | Reporter :
ilustrasi

Iniriau.com, PEKANBARU-Sebanyak 40 agenda pariwisata di Provinsi Riau terpaksa ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan, dan menunggu pandemi virus Corona(COVID-19) berakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Riau, Raja Yoserizal Zen dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Selasa, mengatakan 40 agenda pariwisata yang diundur itu terhitung sejak pekan keempat Maret sampai Juni 2020. Puluhan acara tersebut padahal sudah masuk dalam Kalender Pariwisata Riau.

“Ditunda atau bisa juga dibatalkan gegara merebaknya virus corona di Riau. Lima di antaranya adalah event kegiatan dukungan Dinas Pariwisata Provinsi Riau,” katanya.

Lima acara yang mendapat dukungan Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, namun terpaksa ditunda antara lain Festival Subayang Kampar di Kabupaten Kampar, Lomba Mancing Dumai di Kota Dumai, Balimau Langgam di Pelalawan, Atib Koambai di Kabupaten Rokan Hilir, dan Festival Pantai Rupat di Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan event pariwisata lainnya yang masuk Kalender Pariwisata Riau, Raja Yoserizal berharap kabupaten/kota sebagai penyelenggara dapat menunda sementara waktu, karena situasi dan kondisi merebaknya virus corona tidak mungkin kegiatan itu dilaksanakan.

"Ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Jadi kita ikutilah kebijakan ini untuk keselamatan masyarakat," katanya.

Sebelumnya,Dispar Riau juga telah menerbitkan surat edaran nomor 556/DPAR-PP/281. Intinya adalah upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Riau, bagi asosiasi dan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bagi pengelola jasa perhotelan dan convention centre agar tidak melakukan transaksi bisnis yang bersifat mengumpulkan orang banyak (pernikahan, pameran, konvensi, pelatihan/Bimtek dan sejenisnya).

Kemudian kepada pengusaha kafe, restoran dan rumah makan untuk menerapkan sistem “take away” (bawa pulang) atau membatasi jumlah kursi yang tersedia dengan jarak minimal satu meter.

Menutup sementara operasional/aktivitas di seluruh objek dan daya tarik wisata (ODTW) di wilayah sampai dengan dicabutnya status siaga darurat bencana akibat wabah virus corona.

Selanjunya, membatasi jam buka operasional bagi pengelola mal atau pusat perbelanjaan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan penanganan COVID-19.

“Tidak melakukan transaksi atau penawaran paket-paket wisata outbound dan paket wisata inbound bagi pengelola travel agent, tour operator atau biro travel," demikian Raja Yoserizal.**

sumber : antarariau



    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis