8 Rabiul Awwal 1442 H | Minggu, 25 Oktober 2020
Hati-hati, Begini Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging
style | Senin, 3 Agustus 2020
Editor : Rvp | Reporter : -

Iniriau.com - Tak dimungkiri, bagi pecintanya, daging memang punya pesona tersendiri yang sulit ditolak. Sensasi gurih, kenyal, dan nikmat bakal jadi kenikmatan tersendiri. Di hari raya Iduladha lalu, ada berapa sajian berbahan daging yang Anda santap?

Hati-hati jangan terlena pesta daging. Pasalnya makan terlalu banyak daging akan menimbulkan beberapa masalah dan bahaya.

Berikut beberapa bahaya banyak makan daging:

1. Keringat berlebih
Jika Anda pernah duduk dan makan daging dalam jumlah yang terlalu banyak, Anda mungkin tahu fenomena yang disebut "daging berkeringat." Beberapa saat setelah makan daging terlalu banyak, Anda makan mulai berkeringat deras.

Mengutip Insider, meskipun hubungan antara daging dan keringat belum diteliti secara khusus, namun mekanisme yang terjadi di antaranya sudah banyak dikenal. Ketika Anda makan terlalu banyak daging, tubuh harus mengerahkan energi untuk mencerna dan memproses makanan tersebut, ini disebut sebagai thermogenesis, dan bisa meningkatkan suhu tubuh Anda.

Di antara semua makanan, protein adalah makanan yang paling intensif energi untuk dicerna. Daging memiliki efek termogenesis yang lebih besar dibanding makanan lain. Efeknya, makan banyak daging akan membuat tubuh jadi panas dan membuat tubuh lebih banyak berkeringat.

2. Cepat lelah
Semua energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan berat seperti daging bisa menimbulkan bahaya setelah makan banyak daging. Salah satunya, jadi lamban, berkabut, atau bahkan mengantuk.

Saat Anda berusaha mencerna, tubuh Anda memindahkan aliran darah ke usus Anda untuk membantu memprioritaskan proses itu, yang berarti mengalihkannya dari area lain dari tubuh, termasuk otak Anda. Itu menyumbang rasa pening yang terkadang mengikuti setelah makan banyak daging.

Selain itu, beberapa jenis daging seperti daging sapi dan kalkun kaya akan triptofan, asam amino yang terkait dengan produksi melatonin, hormon manusia yang mengatur tidur.

3. Masalah pencernaan
Salah satu konsekuensi dari makan terlalu banyak daging adalah Anda cenderung makan lebih sedikit makanan lain, termasuk serat. Akibatnya, Anda mungkin merasa kembung, atau menderita sembelit atau diare, akibat pencernaan yang buruk. 

Daging mengandung banyak nutrisi, tetapi yang penting hilang adalah serat, suatu bentuk karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang penting untuk pencernaan dan pengaturan gula darah. 

4. Dehidrasi
Efek samping lain dari semua protein dalam makanan yang kaya daging adalah dibutuhkannya banyak air tubuh untuk memprosesnya, membuat Anda dehidrasi.

Rekomendasi resmi untuk protein hanya sekitar 0,36 gram per pon berat badan bagi kebanyakan orang yang tidak banyak bergerak.

5. Bahaya untuk diet
Memang benar bahwa diet tinggi protein dapat membantu tujuan penurunan berat badan dengan membantu Anda tetap kenyang lebih lama setelah makan, dan memberikan sedikit keuntungan untuk pembakaran kalori karena termogenesis.

Tetapi jika itu termasuk protein hewani, penting untuk menyadari bahwa jenis daging tertentu bisa sangat padat kalori, artinya mereka mengemas lebih banyak kalori per gigitan daripada makanan lain (seperti sayuran, misalnya). Jadi, jika Anda mencoba menurunkan berat badan, pilihlah daging sapi dan unggas tanpa lemak, atau ikan, yang semuanya cenderung memiliki lebih sedikit kalori per sajian. 

6. Meningkatkan risiko kanker dan kardiovaskular
Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi daging merah dan olahan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko kanker tertentu, serta penyakit kardiovaskular.

Pakar medis dan ahli gizi arus utama terus merekomendasikan makan daging dalam jumlah sedang untuk meminimalkan risiko penyakit kronis.

7. Bau badan
Bahaya banyak makan daging lainnya adalah soal bau badan.

Mengutip Bustle, sebuah studi dari Journal Chemical Senses menemukan bahwa orang yang makan makanan non-daging memiliki bau tubuh yang dinilai secara signifikan lebih menarik, lebih menyenangkan, dan kurang intens daripada bau tubuh orang yang menyantap daging, terutama yang banyak makan daging.**

Sumber: CNN



    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis