13 Rabiul Awwal 1442 H | Jumat, 30 Oktober 2020
Harga Emas Antam Hari ini Anjlok ke Rp1,007 Juta per Gram
bisnis | Rabu, 14 Oktober 2020
Editor : Rvp | Reporter : -

Iniriau.com, JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,007 juta per gram pada Rabu (14/10). Harga emas turun Rp8.000 dari Rp1,015 juta per gram pada Selasa (13/10).  

Begitu pula, dengan harga pembelian kembali (buyback) yang tercatat turun Rp9.000 per gram dari Rp909 ribu menjadi Rp900 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp537 ribu, 2 gram Rp1,97 juta, 3 gram Rp2,93 juta, 5 gram Rp4,85 juta, 10 gram Rp9,64 juta, 25 gram Rp23,98 juta, dan 50 gram Rp47,89 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp95,71 juta, 250 gram Rp239,01 juta, 500 gram Rp477,82 juta, dan 1 kilogram Rp955,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.891,8 per troy ons atau turun 0,15 persen. Harga emas di perdagangan spot pun terkoreksi 0,36 persen menjadi US$1.884,57 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi harga emas kembali tertekan hari ini. Menurutnya, harga emas internasional akan bergerak dalam rentang support US$1.850 per troy ons dan resistance US$1.920 per troy ons.

Ariston menyatakan harga emas berpeluang melemah karena belum ada kejelasan dari paket stimulus ekonomi AS terkait penanganan pandemi covid-19. Partai Demokrat AS menolak proposal stimulus yang akan dikucurkan pemerintah sebesar US$1,8 trilun.

"Partai Demokrat bersikukuh dengan proposalnya senilai US$2,2 triliun," kata Ariston.

Menurut Ariston, pasar menanti keputusan pemerintah dan DPR AS terkait paket stimulus ekonomi AS jilid II. Jika stimulus tak dikeluarkan, maka akan mengganggu pemulihan ekonomi di AS.

"Tidak dikeluarkannya stimulus bisa mengganggu pemulihan ekonomi di AS yang mendorong kekhawatiran pasar," pungkas Ariston.**

Sumber: CNN



    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis