13 Rabiul Awwal 1442 H | Jumat, 30 Oktober 2020
Kemenkes Ubah Strategi Tekan Kasus Covid-19 dengan Deteksi Dini
nasional | Sabtu, 17 Oktober 2020
Editor : Rvp | Reporter : -

Iniriau.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan akan mengubah strategi untuk menekan angka penularan Covid-19. Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika mengatakan, pihaknya akan menerapkan Early Suspect Detection, yaitu segera mengkarantina pihak yang kontak erat dengan pasien Covid-19 tanpa harus menunggu hasil tes.

Hal ini, kata Mariya setelah pihaknya mendapat masukan dari negara yang berhasil menangani Covid-19. Mereka memberikan pesan kepada Indonesia untuk mengubah strategi yaitu dengan menerapkan deteksi dini.

"Biasanya kita mengangkat senjata ketika sudah ada kasus positif, padahal di bukti-bukti ilmiah 2 hari sebelum gejala sudah bisa menularkan, dan positif dalam PCR rata-rata setelah kontak hari ke 5. Beberapa jurnal juga menjelaskan bahwa ketika ada close contact dengan kasus kemudian dilakukan karantina tanpa menunggu hasil test maka berhasil menurunkan angka penularan dengan sangat bermakna," katanya dalam keterangan, Sabtu (17/10/2020).

Mariya menyatakan Indonesia harus merubah strategi menjadi menerapkan Early Suspect Detection untuk segera dilakukan pemisahan agar tidak menularkan lagi, kecepatan kita harus melebihi kecepatan virus.

Kami ingin menerapkan di daerah-daerah supaya bisa selesai dalam waktu cepat," kata Mariya.

Di Pakistan, contohnya, pernah terjadi kasusnya mencapai 7.500 perhari dengan 90 persen transmisi lokal penduduk 220 juta. Artinya kondisinya lebih buruk dari Indonesia, namun berhasil menekan kasus Covid-19 ini dengan cara mengubat strategi. Yaitu memisahkan suspect bukan dari kasus positif.

"Aceh bisa lebih cepat, dengan penduduk 5 juta lebih, apalagi ada sinergitas yang kuat, ujar Mariya.

Cari Close Contact Secara Digital

Saat ini, kata dia, Kemenkes telah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di mana nomor seseorang yang positif Covid-19 bisa di-tracing empat belas hari sebelumnya bertemu dengan siapa saja, berapa kali pertemuan dan berapa lama. “Kita bisa tahu close contact secara digital, terang dr. Mariya.

Early Suspect Detection menghasilkan nomor close contact dengan pasien positif yang kemudian akan kirimkan ke dinas kesehatan dan dibagikan ke puskesmas. Lalu nomor tersebut akan diolah menggunakan aplikasi Telesehat yang telah disosialisasikan sebelumnya dan akan dibangun juga di Provinsi Aceh.**

Sumber: Liputan6



    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis