7 Jumadil Akhir 1442 H | Kamis, 21 Januari 2021
Prabowo-Sandiaga Merapat ke Jokowi, PKS Tetap Oposisi
politik | Senin, 28 Desember 2020
Editor : Rvp | Reporter : -
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu

Iniriau.com, JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu menegaskan kalau mereka tidak akan berubah haluan sebagai partai oposisi. PKS menyatakan akan tetap berada di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo- Maruf Amin.

"Insya Allah PKS tetap dalam keputusannya untuk menjadi oposisi," ujar Presiden PKS, Ahmad Syaikhu secara virtual, Minggu 27 Desember 2020.

Menurut Syaikhu, sikap politik menjadi oposisi pemerintah tersebut adalah keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat PKS. Walau tetap memilih jalan jadi oposisi, PKS akan realistis dalam menilai kerja pemerintahan Jokowi-Maruf.

Program pemerintah yang secara nyata baik bagi masyarakat tentu akan didukung. Begitupun sebaliknya, jika tidak maka akan dikritisi.

"Kalau program-program pemerintah ternyata akan merugikan masyarakat, membawa kesengsaraan bagi masyarakat, tentu akan kami kritisi secara konstruktif," kata dia.

Syaikhu sebelumnya menyatakan 34 pengurus DPW yang baru dilantik ini dapat memanaskan mesin partai demi target PKS di Pemilu 2024. Selain perolehan suara di Pemilu Legislatif 2024 minimal 15 persen, DPW juga mesti membantu memperjuangkan kader PKS sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2024.

Menurutnya, dengan persiapan yang digenjot sejak sekarang maka diharapkan bisa merealisasikan target tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Al Habsy menambahkan pengurus DPW PKS yang dilantik harus fokus pada dua hal. Ia menyebut dua hal itu menambah jumlah kader PKS secara signifikan dan menambah perolehan kursi di parlemen.

Aboe optimis dengan jumlah kader yang bertambah maka berpengaruh positif terhadap elektoral.

"Oleh karenanya, kerja para pengurus harus fokus pada dua hal tersebut. Kader nambah, elektoral menang," ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Untuk diketahui, pencapaian PKS di Pileg 2019 mampu meraih 11.493.663 suara atau 8,21 persen. Jumlah ini membuat jatah PKS di DPR mendapat 50 kursi.

Adapun sikap politik PKS di Pilpres 2019 adalah mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, Prabowo-Sandi kalah dari Jokowi-Maruf Amin. Kekalahan di pilpres membuat PKS menyatakan sebagai partai oposisi.**

Sumber: Viva



    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis