12 Jumadil Akhir 1442 H | Selasa, 26 Januari 2021
Kemenag Serahkan Sertifikat Halal Vaksin Covid-19 ke Bio Farma
nasional | Rabu, 13 Januari 2021
Editor : Rvp | Reporter : -

Iniriau.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag), menyerahkan sertifikat halal vaksin Sinovac kepada PT Bio Farma. Sebab sertifikasi halal sudah diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pada kesempatan ini kita dapat bersama menyaksikan momen bersejarah bagi Kementerian Agama pada masa pandemi Covid-19 ini yaitu penyerahan sertifikat halal vaksin Covid yang diajukan oleh PT Bio Farma Persero kepada BPJPH pada bulan Oktober Tahun 2020 yang lalu,” Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Sukoso dalam Penyerahan Sertifikat Halal Vaksin Covid-19 secara virtual, Rabu (13/1/2021).

Dalam kesempatan itu, Sukoso melaporkan beberapa hal yang terkait proses sertifikasi halal Covid-19 ini dengan melalui tahapan. “Pertama Biofarma mengajukan surat permohonan pendaftaran sertifikat halal dan pendaftaran via email pada tanggal 9 Oktober 2020. Kemudian BPJPH menerbitkan dokumen tanda terima kelengkapan pengajuan pendaftaran sertifikat halal pada tanggal 14 Oktober 2020,” ungkapnya.

Proses selanjutnya, kata Sukoso, untuk pemeriksaan dan pengujian produk dilakukan oleh LPH dalam hal ini LPPOM MUI setelah pendaftaran di LPPOM MUI diajukan secara paralel dengan pendaftaran di PBJPH.

Tanggal 11 Januari 2021, Majelis Ulama Indonesia menetapkan Fatwa Nomor 2 Tahun 2021 tentang produk yang kita kenal sebagai vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science co LTD China dan PT Bio Farma Persero.

Tanggal 12 Januari 2021, Majelis Ulama Indonesia menyampaikan Surat Ketetapan halal atas produk vaksin yang diproduksi pada fasilitas produksi Sinovac Life Science co LTD di China dan produk vaksin Covid-19 dan Cov 2 Bio yang diproduksi pada fasilitas produksi PT Bio Farma persero.

Tanggal 12 Januari 2021, BPJPH menerbitkan sertifikat halal berdasarkan ketetapan halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Tanggal 13 Januari ini dilakukan penyerahan sertifikat halal kepada Bio Farma Persero.

“Berdasarkan hal tersebut maka dinyatakan bahwa prosedur penerbitan sertifikat halal Covid-19 ini telah memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal,” kata Sukoso.**

Sumber: Inews



    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis