Petugas Sensus Ajukan Pertanyaan yang Tidak Sesuai dengan Sensus Ekonomi 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:29:00 WIB
Petugas Sensus Ekonomi 2026 memasang stiker di rumah warga yang sudah mengikuti pendataan, Jumat (21/8). Foto - Astrid

iniriau. Pekanbaru - Warga kota Pekanbaru berbagi pengalaman saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang dimulai dari 15 Juni - 31 Agustus 2026.

Dari beberapa warga yang ditemui iniriau.com, Jumat (21/8) menuturkan jika ada sejumlah pertanyaan yang diajukan petugas sensus, tidak berkaitan dengan pertanyaan sensus ekonomi itu sendiri. Warga mengaku pertanyaan itu terkadang terlalu detail sehingga warga merasa tidak nyaman menjawab pertanyaan petugas sensus.

Seperti Yosi, warga Jalan Pahlawan Kerja menuturkan pengalamannya saat petugas sensus ekonomi datang ke rumah untuk melakukan pendataan. Ia mengaku pertanyaan petugas sensus itu kurang tepat.

"Masa petugas sensus tanyain saya kalau dirumah ada kulkas, AC, dan laptop. Kaitannya apa? Kalau zaman sekarang kulkas, AC dan laptop itu bukan lagi barang mewah, sudah jadi kebutuhan," kata Yosi kepada iniriau.com, Jumat sore.

Menurutnya, petugas sensus ekonomi tu harus mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat.

"Pertanyaan itu seputar ekonomi masyarakat ya, seperti identitas, pekerjaan, gaji, rumahnya itu masih kontrak atau sudah punya sendiri, pendidikan, kesehatan. Kenapa harus ditanyain aset masyarakat, maksudnya apa? Mau pajakin masyarakat lagi?" kata Yosi lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Titi yang sedikit gerah dengan pertanyaan petugas sensus yang terlalu mendetail.

"Jangan terlalu detail, yang sesuai dengan aturan aja. Masa ditanyain pula aset pribadi saya? Jangan salah lho, meskipun kita punya kendaraan pribadi, nilai kendaraan ltu setiap tahun menyusut, khan? Jangan karena kita punya mobil lantas dibilang orang berduit. Pertanyaan sensus ekonomi itu ada standarnya, ikuti saja itu," kata Titi agak kesal.

Namun, sedikit berbeda cerita Yanti, yang dua minggu lalu dikunjungi petugas sensus ekonomi. Menurutnya, petugas sensus ekonomi yang datang dua pekan lalu, mengajukan pertanyaan standar.

"Saya memang didatangi petugas sensus dua minggu lalu, tapi pertanyaannya standar saja, sekitar pekerjaan, penghasilan, dan pendidikan. Kita jawab saja apa adanya, apalagi suami kan PNS, gaji suami sudah dipotong pajak lebih dulu, paham koq petugas sensusnya," kata Yanti singkat.

Sementara itu, salah satu petugas sensus ekonomi yang mendata warga kelurahan Simpang Tiga, Sarah mengakui pendataan sensus ekonomi sedikit menantang.

Selama melakukan pendataan, warga yang ditemuinya ada yang kooperatif dan terkadang ia juga menjumpai warga yang tidak kooperatif dan tidak mau memberikan data yang diperlukan untuk sensus tersebut.

"Ada sih yang tidak kooperatif dan tidak bersedia di data. Saya tidak bisa paksa juga, kadang diomelin warga itu nggak enak juga, jadi cari yang mau saja. Saya kurang paham juga dengan cara berpikir warga tersebut, kata Sarah singkat.**

Tags

Terkini