Dua Raja, Satu Amanah untuk Adat dan Marwah Riau

Selasa, 13 Januari 2026 | 07:28:00 WIB
Kolase Raja Mambang Mit dan Raja Marjohan (foto:MCR)

Oleh Zulkarnain Kadir Pengamat Hukum dan Pemerhati Birokrasi

MELAYU mengajarkan sejak awal: adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Artinya, setiap kepemimpinan adat dan masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi amanah yang terikat oleh hukum Allah. Jabatan boleh diberi manusia, namun pertanggung jawabannya kelak di hadapan Tuhan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58) Riau hari ini dipayungi oleh dua raja. Raja Marjohan di LAM Riau dan Raja Mambang Mit di FKPM Riau. Keduanya membawa nama besar adat, budaya, suku, tokoh dan marwah Melayu.

Maka yang diharapkan bukan siapa yang paling tinggi gelarnya, melainkan siapa yang paling lurus jalannya. Dalam pepatah Melayu dikatakan: “Tinggi tidak menjangkau awan, rendah tidak terbenam ke tanah.” Pemimpin adat, anak kemanakan dan kumpulan tokoh2 seharusnya berdiri di tengah, adil, meneduhkan, dan menjadi penimbang rasa bagi masyarakat.

Adat Melayu juga mengingatkan: “Besar tidak melampaui, kecil tidak menyinggung.” Perbedaan peran dan ruang tidak seharusnya melahirkan perselisihan. Sebab perpecahan adalah pantang, mufakat adalah tuntutan. Allah SWT berpesan: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103).

Bagi masyarakat Riau, adat dan budaya bukan sekadar balai, gelar, dan seremoni. Adat adalah penuntun akhlak, penjaga marwah, dan pengingat batas. Ketika negeri menghadapi ujian ekonomi, keadilan, dan kepercayaan, adat seharusnya hadir sebagai penyejuk, bukan sebagai api.

Pepatah Melayu menutup dengan tegas: “Pemimpin itu ditinggikan seranting, didahulukan selangkah.” Bukan untuk dimuliakan berlebihan, tetapi agar lebih dulu memikul tanggung jawab. Semoga dua raja yang memayungi Riau mampu menjaga amanah ini.

Menyatukan nilai agama  adat, budaya, anak kemenakan , suku serta tokoh-tokoh dan meneduhkan masyarakat, serta membawa kenaikan derajat bagi Riau ke depan. Karena adat yang hidup adalah adat yang mengajak kepada kebaikan, dan kepemimpinan yang mulia adalah kepemimpinan yang takut kepada Allah, selamat bekerja  dan selalu mendapat kepercayaan masyarakat riau,  sampai kan ke anak kemanakan jangan korupsi, jangan narkoba , jangan membakar hutan dan wajib menjaga nya.. aamiin.**

Tags

Terkini