Atlet dan Pelatih Riau Tagih Pelunasan Bonus PON, Harap Cair Sebelum Lebaran

Atlet dan Pelatih Riau Tagih Pelunasan Bonus PON, Harap Cair Sebelum Lebaran
Atlet dan pelatih berprestasi Riau, Kamis (12/3). Foto - Astrid

iniriau com, Pekanbaru – Atlet dan pelatih berprestasi Riau kembali mempertanyakan penyelesaian sisa bonus PON. Insan olahraga ini berharap, Pemprov Riau segera menuntaskan pembayaran bonus PON tersebut.

Hal ini disampaikan sejumlah pelatih senior dari beberapa cabor andalan Riau. Seperti pelatih senior senam Riau Ahmad Marcos, mengatakan jika sebelumnya Pemprov Riau berencana akan menuntaskan pembayaran bonus tersebut di awal tahun 2026. Namun, hingga saat ini realisasinya belum ada.

"Awalnya janji Pemprov Riau awal tahun 2026 ini, tapi belum ada realisasinya hingga saat ini. Apalagi sekarang sudah dekat dengan lebaran, pemerintah juga harus pertimbangkan kebutuhan kami di hari Raya Idul Fitri itu," kata Ahmad Marcos saat diwawancara iniriau.com di Hall Senam Kawasan Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Kamis (12/3) di Pekanbaru.

Demikian juga halnya dengan pelatih Sambo Riah Winneka, selain mempertanyakan kejelasan bonus PON, ia juga mempertanyakan tentang uang pembinaan yang juga belum dibayarkan oleh KONI Riau.

"Ya, harapan sama juga saya sampaikan kepada Pemprov dan KONI Riau. Segerakan pembayaran bonus dan uang pembinaan tersebut. Ini sudah mau lebaran, kita juga punya keperluan menyambut lebaran. Atlet-atlet juga mempertanyakan kapan realisasinya," jelas Winneka.

Senada dengan Marcos dan Winneka, pelatih tinju Riau Darman Hutauruk juga berharap agar bonus PON dan uang pembinaan segera diberikan.

"Sama, kalau sudah ada anggarannya, kenapa harus ditahan pembayarannya. Sudah dijanjikan di awal tahun, ya secepatnya dicairkan. Jangan sampai tunggu pertengahan tahun pula," tukas Darman Hutauruk singkat menutup penjelasannya.

Atlet dan pelatih berprestasi Riau hingga kini belum menerima pelunasan bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Riau. Mereka baru menerima 45% dari total bonus pada September 2025, sedangkan sisanya 55 % direncanakan dibayarkan pada tahun ini.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index