iniriau.com, PEKANBARU – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pantauan satelit pada Kamis (12/2/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ratusan titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, mengungkapkan total hotspot di Riau mencapai 275 titik. Angka tersebut menjadi penyumbang terbesar dari total 390 titik panas yang terpantau di seluruh Pulau Sumatera. “Untuk wilayah Riau terdeteksi 275 hotspot. Dari jumlah itu, 26 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi yang sudah mengarah pada indikasi titik api,” ujar Putri, Kamis.
Ia menjelaskan, sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 155 titik. Kemudian Pelalawan 60 titik dan Indragiri Hilir 34 titik. Sejumlah daerah lain juga terpantau, yakni Rokan Hilir 11 titik, Dumai 6 titik, Siak 4 titik, Kampar dan Kuantan Singingi masing-masing 2 titik, serta Rokan Hulu 1 titik.
Selain Riau, hotspot juga terdeteksi di beberapa provinsi lain di Sumatera, di antaranya Kepulauan Riau 31 titik, Sumatera Selatan 21 titik, Jambi 18 titik, Sumatera Barat dan Bangka Belitung masing-masing 14 titik, Sumatera Utara 11 titik, serta Aceh dan Bengkulu masing-masing 3 titik.
Putri menambahkan, sebagian besar titik panas di Riau masih berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang sebanyak 245 titik dan 4 titik kategori rendah. “Meski tidak semuanya merupakan titik api, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, apalagi Riau sudah mulai memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko karhutla,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. “Kami mengingatkan agar tidak ada aktivitas pembakaran, karena sedikit saja api bisa cepat meluas dalam kondisi cuaca kering,” tutupnya.**