Harga Sawit Swadaya Riau Naik Awal April, TBS Tembus Rp3.900 per Kg

Rabu, 01 April 2026 | 08:31:00 WIB
Pekerja mengangkut tandan buah sawit yang telah dipanen ke penampungan, di Siak (foto:Defizal)

iniriau.com, PEKANBARU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani swadaya di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren positif pada awal April 2026. Untuk periode 1–7 April 2026, harga TBS mengalami kenaikan signifikan setelah dilakukan penetapan oleh Dinas Perkebunan Riau.

Rapat penetapan harga yang digelar pada 31 Maret 2026 itu dipimpin Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si bersama tim terkait. Penetapan ini merupakan periode minggu ke-10 tahun 2026 dengan mengacu pada regulasi terbaru dari Kementerian Pertanian.

Berdasarkan hasil rapat, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni sebesar Rp125,13 per kilogram atau meningkat 3,26 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga TBS untuk umur 9 tahun kini ditetapkan menjadi Rp3.967,83 per kilogram.

“Harga TBS minggu ini naik dipicu oleh meningkatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel di pasaran,” kata Defris Hatmaja, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam periode ini indeks K yang digunakan tercatat sebesar 92,76 persen, dengan harga cangkang sebesar Rp19,07 per kilogram. Sementara itu, harga CPO mengalami kenaikan Rp463,32 per kilogram dan kernel naik Rp641,00 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Secara rata-rata, harga CPO di KPBN tercatat sebesar Rp15.663,50 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp15.385,00 per kilogram. Dari data perusahaan, PT INECDA juga mencatat tren serupa. Harga CPO meningkat dari Rp15.252,00 menjadi Rp15.731,00 per kilogram. Sementara harga kernel naik dari Rp15.504,00 menjadi Rp16.145,00 per kilogram.

Dinas Perkebunan Riau menegaskan bahwa proses penetapan harga terus diperbaiki agar lebih transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan petani.

“Kami berharap kenaikan harga ini dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani sawit di Riau,” tutup Defris.**

Tags

Terkini