Riau Berangkatkan 4.704 Jemaah Haji, Kloter Awal Bertolak ke Batam 23 April

Kamis, 16 April 2026 | 08:22:21 WIB
Ilustrasi pemberangkatan jemaah calon haji Riau (foto:Defizal )

iniriau.com, Pekanbaru — Rombongan pertama jemaah haji asal Provinsi Riau dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 23 April 2026. Kloter awal ini berasal dari Kota Pekanbaru yang tergabung dalam BTH 3, sebelum bertolak menuju Batam dan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi sehari setelahnya, 24 April 2026.

Secara keseluruhan, Riau tahun ini mengirimkan 4.704 jemaah haji, yang terdiri atas 4.661 jemaah dan 43 petugas pendamping.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau, Defizon, mengatakan seluruh persiapan pemberangkatan telah selesai, baik dari sisi administrasi, teknis, hingga kesiapan pelayanan di embarkasi.

Seluruh jemaah Riau akan melalui Embarkasi Batam. Setelah tiba di asrama haji, mereka akan menjalani masa singgah kurang lebih 24 jam sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dalam skema pemberangkatan, jemaah Riau terbagi ke dalam beberapa kloter. Pada gelombang pertama, keberangkatan berlangsung dari kloter 3 hingga kloter 12 dengan tujuan Madinah.

Sementara itu, kloter BTH 18 menjadi bagian dari gelombang kedua yang akan diberangkatkan menuju Jeddah. Kloter ini juga bergabung dengan jemaah asal Kalimantan Barat dengan total sekitar 257 orang termasuk petugas.

Pemerintah kembali menerapkan sistem Embarkasi Batam pada musim haji tahun ini, setelah sebelumnya sempat menggunakan pola embarkasi antara di Pekanbaru pada beberapa tahun terakhir. Dari sisi keberangkatan, jemaah diberangkatkan sesuai wilayah asal. Jemaah dari Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi akan berangkat melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Sementara itu, jemaah dari Rokan Hulu diberangkatkan melalui Bandara Pasir Pangaraian.
Adapun jemaah dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti akan menempuh perjalanan laut menuju Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

Seluruh dokumen perjalanan seperti visa telah dinyatakan rampung sepenuhnya. Perlengkapan ibadah, termasuk koper dan buku panduan manasik, juga telah disalurkan kepada seluruh jemaah. Meski seluruh persiapan telah selesai, jemaah tetap diminta menjaga kondisi kesehatan. Sebagian besar jemaah, yakni sekitar 76,2 persen, masuk dalam kategori risiko tinggi.

“Jemaah diharapkan menjaga stamina dengan aktivitas fisik ringan agar siap menjalani rangkaian ibadah haji,” kata Defizon.

Ia juga mengingatkan agar jemaah terus memperdalam pemahaman manasik dan tidak merasa cemas, karena seluruh kebutuhan selama perjalanan hingga di Tanah Suci telah dipersiapkan pemerintah. “Berangkat dengan hati tenang dan niat ibadah yang kuat,” ujarnya.**

Tags

Terkini